benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur Kabupaten Nunukan selama sepekan ke depan.
Kepala BMKG Kabupaten Nunukan, William Sinaga mengatakan, berdasarkan analisisnya, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di beberapa wilayah Nunukan pada periode 6 hingga 12 Januari 2026.
“Berdasarkan monitoring citra satelit dan radar sepekan ke belakang terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam hari, khususnya di wilayah 3 Nunukan,” kata William.
Diungkapkannya, peningkatan intensitas hujan di Indonesia dalam sepekan terakhir masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Seperti kondisi La Nina lemah, angin Monsun Asia yang lebih kuat dibanding normalnya bersamaan dengan indeks seruakan dingin (cold surge) yang signifikan.
Intensitas hujan juga dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S serta aktifnya MJO secara spasial di sebagian besar wilayah Indonesia dan perambatan gelombang ekuator.
Perpaduan faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Dibeberkannya, dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Pada skala global, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah. Kondisi ini, berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air. Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif dalam sepekan ke depan melintasi beberapa wilayah di Indonesia.
Sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat Aceh dan Laut Cina Selatan sebelah utara Kalimantan, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin di Samudra Hindia barat Aceh, Laut Cina Selatan, dan dari Laut Sulu hingga Laut Cina Selatan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Nunukan khususnya di wilayah 3. “Prospek di atas merupakan kondisi secara umum,” ucapnya.
William menerangkan, memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
“Kita juga berharap masyarakat bisa secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi,“ harapnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







