benuanta.co.id, BULUNGAN – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025 menunjukkan tren penurunan signifikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifa’i, mencatat nilai ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada November 2025 mencapai US$110,91 juta. Pada periode yang sama, nilai impor tercatat sebesar US$73,16 juta.
Secara kumulatif kata Mas’ud Rifa’i, nilai ekspor Kaltara selama Januari hingga November 2025 hanya mencapai US$1.253,57 juta.
“Angka ini merosot 47,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$2.406,12 juta,” ujarnya.
Penurunan juga terjadi pada sisi impor, meski tidak sedalam ekspor. Nilai impor Kaltara sepanjang Januari–November 2025 tercatat sebesar US$823,96 juta atau turun 1,89 persen dibandingkan impor pada Januari–November 2024.
Akibat melemahnya kinerja ekspor tersebut, neraca perdagangan Kaltara masih mencatat surplus, namun dengan nilai yang jauh lebih kecil. Pada Januari–November 2025, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$429,61 juta. Nilai ini anjlok 72,57 persen dibandingkan surplus pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$1.566,30 juta.
Penurunan tajam surplus ini mencerminkan melemahnya daya ekspor daerah, terutama dari komoditas unggulan, di tengah fluktuasi permintaan global dan tekanan harga komoditas sepanjang 2025. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







