Bakamla Pastikan Terima Kapal Patroli Baru dari Jepang pada 2027

Jakarta – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah memastikan kapal patroli hibah baru dari Jepang akan datang 2027.

Pemberian kapal baru dari Jepang ini merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Bakamla RI dan Coast Guar Jepang.

“Jadi bukan kapal bekas atau apa yang sudah mereka pakai. Tapi ini memang kapal baru, dari nol, mulai dari desain,” kata Irvansyah saat ditemui usai menggelar acara HUT ke-20 Bakamla RI di Jakarta, Rabu.

Irvansyah menjelaskan, pihak Jepang terlebih dahulu telah berdiskusi dengan Bakamla RI soal jenis kapal yang akan dibuat.

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

Diskusi itu dilakukan agar kapal baru ini bisa dibuat berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan yang diperlukan untuk menjaga laut lepas Indonesia.

Sambil menunggu proses pembuatan kapal, Irvansyah juga telah mempersiapkan personelnya untuk jadi calon awak kapal buatan Jepang tersebut.

Mereka, lanjut Irvansyah, akan menjalani pelatihan di Jepang untuk mengenal seluk beluk kapal yang akan mereka awaki.

“Kita juga menyiapkan awak yang akan mengawaki kapal tersebut, dan akan dilatih di Jepang, dan langsung akan berlayar ke Indonesia bersama-sama dengan pihak Jepang juga,” jelas Irvansyah.

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

Irvansyah berharap kapal dari Jepang itu bisa selesai tepat waktu agar secepatnya dapat digunakan untuk memperkuat pengawasan laut Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Bakamla RI Laksamana Muda Bakamla, Samuel Kowaas saat awal 2025 mengatakan pihaknya akan kedatangan kapal baru buatan Jepang guna memperkuat pasukan Bakamla dalam berpatroli.

“Jepang juga akan menghibahkan satu buah kapal patroli, berukuran cukup besar, 85 meter buat Bakamla RI yang kontrak sudah ditandatangani yang segera mulai dibangun,” kata Samuel saat ditemui di kawasan dermaga JICT, Jakarta Utara, Rabu (22/1).

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

Samuel mengatakan hibah kapal tersebut merupakan bagian dari upaya kedua belah pihak dalam membangun kerja sama di bidang pertahanan laut.

Dia melanjutkan, kapal tersebut diperkirakan selesai dalam kurun waktu dua tahun. Saat ditanya soal jenis dan spesifikasi kapal tersebut, Samuel belum bisa menjelaskan dengan rinci.

“Itu kapal patroli lepas pantai, karena ukurannya cukup besar, sangat besar, 85 meter. Jadi nanti dia bisa beroperasi di laut lepas,” jelas dia.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *