benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tengah mengajukan penetapan status siaga bencana menyusul meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi dan sejumlah kejadian bencana yang telah terjadi di beberapa daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kondisi cuaca dan situasi di lapangan telah memenuhi syarat untuk penetapan status siaga bencana di tingkat provinsi.
Saat ini, tercatat sedikitnya dua daerah telah mengalami kejadian bencana. Di Kabupaten Bulungan, bencana terjadi di Kecamatan Sekatak, sementara di Kabupaten Nunukan terjadi di Kecamatan Sembakung. Selain itu, laporan potensi bencana juga diterima dari Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dalam kurun waktu satu hingga tiga pekan ke depan, wilayah Kalimantan Utara berpotensi mengalami curah hujan sedang hingga tinggi. Berdasarkan data BMKG dan kondisi faktual di kabupaten dan kota, status siaga bencana hidrometeorologi dinilai sudah dapat ditetapkan.
Hasil rapat koordinasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Utara untuk mendapatkan persetujuan dalam peningkatan status bencana. Apabila disetujui, penetapan status siaga bencana direncanakan berlaku mulai Rabu, 7 Januari 2026.
Penetapan status siaga bencana ini menjadi dasar hukum bagi seluruh pemangku kepentingan penanggulangan bencana untuk melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi yang akan dilakukan antara lain melalui sosialisasi, komunikasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat terkait potensi bencana hidrometeorologi di Kalimantan Utara.
Selain itu, langkah kesiapsiagaan juga dilakukan melalui kegiatan rapat koordinasi lanjutan serta pelaksanaan gladi atau simulasi menghadapi potensi bencana.
Untuk kondisi di daerah terdampak, banjir di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, dilaporkan telah surut. Banjir tersebut diduga dipicu oleh tingginya curah hujan, kapasitas sungai yang terbatas, serta pendangkalan drainase yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga.
Sementara itu, di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, tim masih diturunkan untuk melakukan kaji cepat guna menentukan status penanganan bencana, apakah tetap pada status siaga atau ditingkatkan menjadi tanggap darurat. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







