benuanta.co.id, TARAKAN – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tengah menjadi perbincangan hangat. Virus influenza tersebut dikenal dengan sebagai influenza A subtipe H3N2 atau yang kerap disebut Super Flu.
Super Flu di Indonesia, diketahui sudah merebak di Jawa Timur, Jawa Barat hingga Kalimantan Barat. Sedangkan di Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan sudah ditemukan pada 2025 lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Rinny Faulina mengatakan, gejala Super Flu ini lebih dari influenza biasa. Super Flu biasanya disertai demam dengan suhu berkisar 39-41 derajat celcius.
“Kalau yang influenza biasa kan mungkin sampai 38 derajat celcius saja. Kemudian juga disertain dengan sakit kepala, kemudian juga ada sakit tenggorokan, badan juga terasa ngilu dan sakit itu,” katanya.
Super Flu juga disinyalir lebih cepat menular khususnya bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit komorbid.
Rinny menyebut, sebenarnya Super Flu sama dengan varian Covid-19. “Ya hampir sama dengan covid dulu kan kalau penyakit komorbidnya ada berarti dia memperparah lah istilahnya,” katanya.
Di Tarakan sendiri, pernah ditemukan gejala serupa pada November 2025 sebanyak tiga kasus. Pihaknya langsung mengirimkan sampel ke Balai Kesehatan di Banjarbaru.
Kini ketiga pasien tersebut juga sudah dinyatakan sehat setelah melalui rangkaian perawatan. “Jadi kemarin itu dua minggu setelah itu, setelah pasien itu berobat, itu baru kita ketemu hasilnya dan ternyata pasiennya pun sudah sembuh,” tukasnya.
Dengan adanya temuan kasus ini pada tahun lalu, Dinas Kesehatan Kota Tarakan mengkampanyekan gerakan untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Hal ini juga telah disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan melalui media sosial.
“Jadi kita mengingatkan ke teman-teman Puskesmas, pada saat mungkin ada ketemu pasien yang mengeluhkan dengan gejala itu mungkin lebih sigap menanganinya,” pungkasnya. (*)
Editor: Endah Agustina







