benuanta.co.id, BULUNGAN — Ketersediaan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami fluktuasi. Sepanjang 2025, puluhan jabatan struktural tercatat kosong akibat Aparatur Sipil Negara memasuki masa pensiun maupun berpindah tugas ke daerah lain.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, berdasarkan pendataan terbaru, lebih dari 50 jabatan eselon III dan IV belum terisi. “Untuk tahun 2025, Eselon III dan IV ada sekitar 50-an kursi yang kosong. Penyebab utamanya pensiun dan pindah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, jumlah tersebut belum mencakup tenaga fungsional, khususnya guru SMA dan sederajat yang juga banyak memasuki usia pensiun di lima kabupaten dan kota di Kaltara. “Belum lagi guru-guru fungsional yang pensiun. Jumlahnya juga cukup banyak,” ujarnya.
Kekosongan jabatan tak hanya terjadi pada level menengah dan pelaksana. Andi menyebutkan, saat ini terdapat enam jabatan Eselon II di lingkungan Pemprov Kaltara yang belum terisi definitif dan masih dijabat pelaksana tugas.
Enam jabatan strategis tersebut masing-masing Kepala BKD Kaltara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Direktur RSUD Jusuf SK Tarakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Biro Hukum.
Pemerintah provinsi, kata Andi, terus melakukan pemetaan kebutuhan dan menyiapkan langkah pengisian jabatan agar pelayanan publik tidak terganggu di tengah dinamika kepegawaian yang terus berubah. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







