Tarakan Diguncang Gempa Bumi 3,5 Magnitudo, BMKG: Tak Banyak Dirasakan Warga

benuanta.co.id, TARAKAN – Gempa bumi dengan kekuatan 3,5 Magnitudo mengguncang Kota Tarakan jelang pergantian tahun baru 2026 tepatnya pukul 21.55 WITA pada 31 Desember 2025.

Pusat gempa diketahui berada di 4.17 LU – 120.04 BT dan berjarak 286 Kilometer di sebelah Timur Tarakan, Kalimantan Utara dengan kedalaman gempa 26 Kilometer.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan, dalam gempa kali ini tidak banyak dirasakan warga. Lantaran jarak antara pusat gempa dengan Kota Tarakan cukup jauh.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup Nasional, Pertamina Patra Niaga Bersama DLH Tarakan Tanam Pohon

“Memang itu kan diketerangannya sebelah Timur Laut Tarakan ya, sebetulnya itu yang membuat nggak dirasakan. Namun yang ingin kami sampaikan bahwa ini jaraknya kan jauh banget ini, 286 km,” jelasnya, Kamis (1/1/2026).

Sejauh ini, pihaknya juga belum mendapatkan laporan mengenai kerusakan akibat gempa. Khilmi menyebut, masyarakat tidak perlu khawatir lantaran titik gempa berada jauh dari wilayah Tarakan.

Baca Juga :  Nikah Siri Dinilai Jadi Akar Masalah, Kemenag Tarakan Tekankan Mitigasi dan Edukasi

“Memang terkadang aplikasi atau sistem membaca seperti itu, dia membuat keterangan kalau dari titik terdekat itu ya, kadang dari Tarakan, kadang dari titik yang lain ya. Kalau 4,8 (gempa sebelumnya) itu hanya 3 km dari pantai, jauh banget perbedaannya,” terangnya.

Disinggung mengenai potensi gempa susulan, Khilmi menyebut sejauh ini masih kondusif. Terhitung lebih dari 12 jam tidak terdapat gempa susulan. Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar memahami sikap yang seharusnya saat terjadi gempa bumi.

Baca Juga :  Banyak Jalur Bisa Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Anak

“Jadi tetap untuk masyarakat Tarakan ya, kita juga hidup berdampingan dengan patahan Tarakan ya, bagaimanapun sampai sekarang kita belum bisa memprediksi kapan gempa terjadi. Jadi kita tetap selalu meningkatkan edukasi ya, mitigasi bencana ya, ketika terjadi gempa harus bagaimana sikap kita, itu yang penting,” pungkasnya. (*)

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *