benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, bakal terus menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
“Setelah sukses mengamankan sejumlah barang bukti dan tersangka, pihak kepolisian kini memfokuskan pengejaran terhadap bandar besar yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” tuturnya, Rabu (31/12/2025).
Meskipun beberapa tersangka utama masih dalam pengejaran, pihak kepolisian menegaskan proses hukum terhadap kaki tangan yang telah tertangkap terus berjalan.
“Barang bukti sudah masuk, namun ada tersangka yang masih kita kejar dengan status DPO. Sementara itu, tersangka yang sudah kita dapatkan segera diproses secara hukum,” ungkapnya.
Sebab menurutnya kesuksesan pembentukan Kampung Bebas Narkoba di Tarakan menjadi pemicu semangat untuk mereplikasi program serupa di wilayah lain. “Kabupaten Nunukan menjadi target berikutnya dalam waktu dekat,” ucapnya.
Kata dia, program ini tidak dilakukan secara sembarangan. Kepolisian tengah melakukan mapping atau pemetaan mendalam untuk menentukan titik-titik koordinat yang dianggap rawan terhadap penyelundupan dan peredaran narkoba.
“Fokus di titik rawan Nunukan, Tarakan, dan Bulungan. Mengingat letak geografis Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, wilayah seperti Nunukan, Tarakan, dan Bulungan menjadi atensi khusus,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agstina







