Sebaran Pernikahan Tarakan 2025 Timpang antarwilayah

benuanta.co.id, TARAKAN – Rekap PNBP Nikah Kementerian Agama Kota Tarakan Tahun 2025 juga memperlihatkan perbedaan mencolok antarbulan dan antarwilayah. Dari seluruh periode Januari hingga November, Juni tercatat sebagai bulan dengan peristiwa pernikahan terbanyak, sementara Maret menjadi bulan paling sedikit, dengan selisih angka yang cukup jauh.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam, mengatakan perbedaan tersebut terlihat jelas dalam laporan bulanan KUA. Menurutnya, pola ini berulang hampir setiap tahun, meskipun angkanya berbeda. “Perbedaan bulan ramai dan sepi terlihat cukup jelas,” jelasnya, Senin (29/12/2025).

Pada Juni, total peristiwa pernikahan mencapai 149 peristiwa, angka tertinggi sepanjang Januari–November. Sebaliknya, pada Maret hanya tercatat 19 peristiwa nikah, menjadikannya bulan paling sepi. Perbedaan ini menunjukkan lonjakan hampir delapan kali lipat antara bulan terendah dan tertinggi. “Juni dan Maret kontras sekali,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

Jika dilihat dari sisi wilayah, Tarakan Tengah dan Tarakan Barat secara konsisten menjadi kecamatan dengan jumlah peristiwa pernikahan terbanyak. Pada Juni, Tarakan Tengah mencatat 45 peristiwa dan Tarakan Barat 45 peristiwa, jauh di atas Tarakan Utara yang hanya mencatat 18 peristiwa pada bulan yang sama. “Tengah dan Barat paling dominan,” ujarnya.

Sebaliknya, Tarakan Utara hampir selalu menjadi kecamatan dengan jumlah peristiwa pernikahan paling sedikit di hampir seluruh bulan. Pada Oktober misalnya, Tarakan Utara hanya mencatat enam peristiwa, sementara Tarakan Tengah mencapai 34 peristiwa. Pola ini terlihat konsisten sejak awal tahun. “Tarakan Utara paling rendah hampir setiap bulan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bertahap, DPUPR Mulai Rancang Pembangunan Pusat Pemerintahan di Wilayah Utara Tarakan

Perbedaan juga terlihat pada lokasi pelaksanaan pernikahan. Sepanjang April hingga November, pernikahan di luar kantor jauh lebih banyak dibanding pernikahan di kantor. Pada puncaknya di Juni, pernikahan di luar kantor mencapai 95 peristiwa, sementara di kantor hanya 54 peristiwa. “Nikah luar kantor jauh lebih dominan,” terangnya.

Pada kategori isbat, data menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak terjadi setiap bulan. Agustus menjadi bulan dengan jumlah isbat terbanyak, yakni enam peristiwa, yang tersebar di seluruh kecamatan. Pada beberapa bulan lainnya, isbat hanya muncul satu atau dua kali, bahkan tidak muncul sama sekali. “Isbat memang insidentil,” paparnya.

Baca Juga :  Simbol Doa dan Harapan Keluarga, Lilin Raksasa Mulai Hiasi Kelenteng Tarakan Jelang Imlek

Secara keseluruhan, akumulasi peristiwa pernikahan sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 1.096 peristiwa, yang tersebar di empat kecamatan dengan dinamika yang berbeda-beda. Angka ini belum mencakup data Desember yang masih berjalan. “Total ini masih akan bertambah setelah Desember,” ujarnya.

Muhammad Aslam kembali menegaskan bahwa data Desember 2025 akan direkap dan diumumkan pada Januari 2026, sehingga laporan ini bersifat sementara hingga akhir November. “Desember belum ada data karena akan dilaporkan pada bulan Januari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *