Pemerintah Antisipasi Bencana Susulan Akibat Cuaca Ekstrem

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dalam mitigasi untuk menghadapi bencana susulan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem.

Dalam konferensi pers di Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, Prasetyo menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mempercepat proses pembersihan kayu-kayu yang berada di aliran sungai agar tidak ada sumbatan.

Baca Juga :  Menkes: Mulai Tahun 2027 Laki-laki Usia 11 Tahun Terima Vaksin HPV

“Kami meminta kepada Kemenhut untuk mempercepat proses pembersihan di aliran-aliran sungai supaya nanti tidak ada sumbatan dari kayu-kayu yang kemarin seperti bencana yang pertama,” kata Prasetyo.

Mensesneg menyampaikan pemerintah telah meminta agar secepatnya dilakukan pemetaan pada wilayah-wilayah yang memiliki kecuraman atau ke-lereng-an yang sangat ekstrem, terutama pada daerah yang jenis tanahnya lumpur atau lembek.

Pemetaan terhadap wilayah-wilayah tersebut penting dilakukan mengingat antar daerah memiliki jenis tanah yang berbeda.

Baca Juga :  PTDI Pamerkan Pemburu Kapal Selam di Singapura Incar Asia-Pasifik

Menurutnya, dengan mengetahui jenis tanah tertentu maka akan lebih mudah untuk melakukan antisipasi, guna menghindari bencana susulan.

“Jenis yang longsor-longsor itu berada di tingkat yang kelerengannya cukup tinggi, dan pastilah jenis yang tanahnya, termasuk yang jenis tanah lumpur atau lembek, bukan tanah yang sifatnya kuat atau kasar,” paparnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memadupadankan hasil evaluasi dari BMKG terhadap wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan.

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terhadap respons cepat bila terjadi bencana perlu lebih digencarkan.

“Kami meminta dilakukan proses edukasi dan pemberitahuan kepada masyarakat di wilayah yang diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan. Itu beberapa mitigasi yang kita lakukan,” pungkas Prasetyo.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *