benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyatakan pemerintah provinsi terbuka terhadap investasi asing, khususnya investasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan delegasi investor IATEA dari Korea Selatan belum lama ini.
Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan belum tergarap optimal. Ia menyebutkan konsep pembangunan daerah yang dikenal dengan tiga sektor utama, yakni pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Kami sangat terbuka untuk berinvestasi di Kalimantan Utara. Potensi yang kami miliki sangat besar, terutama di sektor pertanian dan perikanan,” kata Zainal.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan lahan pertanian baru yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Salah satunya di wilayah Krayan yang dikenal dengan beras Adan, produk unggulan yang ditanam secara organik tanpa bahan kimia.
“Saya baru kembali dari panen raya di Krayan. Beras Adan ini khas karena ditanam secara organik dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.
Selain pertanian, Zainal menilai sektor perikanan laut dan air tawar di Kaltara juga memiliki peluang besar. Komoditas seperti udang windu dan kepiting bakau, kata dia, telah menembus pasar ekspor dan masih sangat potensial untuk dikembangkan.
Ia juga menyoroti peluang investasi di sektor kelapa. Menurut Zainal, permintaan kelapa dari negara tetangga seperti Malaysia cukup tinggi, sementara Kaltara memiliki ratusan hektare kebun kelapa produktif.
“Kelapa ini sangat potensial. Lahan sudah ada, tanaman sudah berbuah, dan kebutuhan pasar cukup besar,” katanya.
Zainal menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan memberikan dukungan penuh terhadap investor yang ingin mengembangkan usaha di Bumi Benuanta. Ia berharap kerja sama dengan investor Korea Selatan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







