Puncak Angkutan Udara Natal di Bandara Juwata 21–23 Desember, Total Penumpang 14.883 Orang

benuanta.co.id, TARAKAN – Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Juwata Tarakan mencatat dinamika pergerakan penumpang yang meningkat signifikan sejak posko resmi dibuka pada 18 Desember 2025 hingga pembaruan terakhir pada 24 Desember 2025, dengan puncak pergerakan sesuai prediksi awal yang terjadi pada rentang 21 hingga 23 Desember 2025.

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan sekaligus Ketua Harian Posko angkutan udara Natal 2025 dan tahun baru 2026 Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, S.E, mengungkapkan berdasarkan monitoring data harian, pergerakan penumpang mengalami tren peningkatan sejak awal posko dibuka dan mencapai titik tertinggi pada tiga hari yakni 21-23 Desember 2025.

“Sejak posko dibuka tanggal 18 Desember sampai update terakhir per 24 Desember, puncaknya memang sesuai dengan yang kami perkirakan di awal, yaitu tanggal 21 sampai 23 Desember 2025,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan grafik pergerakan penumpang datang dan penumpang berangkat menunjukkan pola fluktuatif namun cenderung meningkat menjelang puncak Natal. Berdasarkan data harian, jumlah penumpang pada awal Desember masih berada di kisaran 700 hingga 800 orang per hari, kemudian meningkat bertahap hingga menembus angka di atas 1.000 penumpang pada pertengahan bulan.

Baca Juga :  Ingin Hidupkan Wilayah Timur Tarakan, PUPR Prioritaskan Pembangunan Jembatan Pasar Rakyat

“Dari awal posko dibuka memang terlihat tren kenaikan dan puncaknya sesuai perkiraan kami,” paparnya.

Pada grafik pergerakan harian yang ditampilkan dalam sistem monitoring, tercatat pada 21 Desember 2025 jumlah penumpang berangkat mencapai sekitar 1.259 orang, sementara penumpang datang berada di kisaran 1.138 orang, menjadikan hari tersebut sebagai salah satu titik tertinggi pergerakan selama periode Natal. Kondisi ini berlanjut pada 22 Desember dengan penumpang berangkat sekitar 1.226 orang dan penumpang datang sekitar 1.084 orang, sebelum sedikit menurun pada 23 Desember 2025 namun masih berada di atas angka 1.000 penumpang per hari.

“Tanggal 21 sampai 23 Desember itu memang puncak angkutan Natal,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Utara, DPRD Tarakan Kawal Proyek Multiyears Dinas PU

Sementara itu, pada hari-hari sebelumnya seperti 18 dan 19 Desember 2025, pergerakan penumpang masih berada pada kisaran 900 hingga 1.100 orang, baik untuk penumpang datang maupun berangkat, menunjukkan lonjakan terjadi secara bertahap dan tidak mendadak. Hal ini menjadi indikator bahwa pergerakan masyarakat sudah terdistribusi sejak awal masa libur Natal.

“Kenaikannya bertahap dan ini sesuai pola tahunan,” katanya.

Secara kumulatif, selama periode 18 hingga 24 Desember 2025, total penumpang yang dilayani Bandara Juwata Tarakan tercatat sebanyak 14.883 orang, mencakup penumpang datang dan penumpang berangkat. Angka ini merupakan akumulasi seluruh pergerakan harian yang tercatat dalam sistem LLAU bandara.

“Total penumpang sampai update terakhir itu 14.883 orang,” bebernya.

Selain pergerakan penumpang, data pada sistem juga mencatat total pergerakan pesawat sebanyak 182 penerbangan selama periode posko yang sama. Jumlah penerbangan ini mencerminkan intensitas operasional bandara dalam melayani lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal. “Jumlah penerbangannya 182 flight selama periode tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Respons Keluhan Penumpang, BI Pastikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I Tanpa Biaya Tambahan

Untuk sektor logistik, Bandara Juwata Tarakan juga mencatat total kargo sebesar 244 ton selama periode 18 hingga 24 Desember 2025. Pergerakan kargo ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang menjelang dan sesaat setelah perayaan Natal.

“Kargo juga kami pantau dan totalnya 244 ton,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fahruddin Rahmat juga mengimbau kepada masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi udara melalui Bandara Juwata Tarakan agar dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik, khususnya dengan datang lebih awal ke bandara saat akan melakukan proses check-in dan keberangkatan.

Hal ini penting untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang di area terminal, terutama pada jam-jam sibuk menjelang keberangkatan pesawat. “Kami imbau masyarakat datang lebih awal agar prosesnya lebih nyaman dan tidak terjadi penumpukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *