benuanta.co.id, TARAKAN – Selain lonjakan penumpang harian, Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Bandara Juwata Tarakan juga mencatat distribusi pergerakan penumpang berdasarkan rute penerbangan, dengan rute Tarakan–Balikpapan menjadi rute paling dominan selama periode posko berlangsung.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan sekaligus Ketua Harian Posko angkutan udara Natal 2025 dan tahun baru 2026 Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, S.E, menjelaskan berdasarkan data Top Route Penerbangan, dari awal dibukanya posko pada 18 Desember 2025 sampai dengan update terakhir pada 24 Desember 2025, rute TRK–BPN (Tarakan–Balikpapan) mencatat total 5.573 penumpang, menjadikannya rute dengan volume penumpang tertinggi dibandingkan rute lainnya. Dominasi rute ini menunjukkan peran Balikpapan sebagai hub utama lanjutan bagi penumpang dari Tarakan.
“Balikpapan memang selalu menjadi rute favorit. Selain memang ada penerbangan transit juga masyarakat yang langsung berangkat ke Balikpapan itu memang banyak,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025).
Rute berikutnya yang tercatat memiliki pergerakan cukup signifikan adalah Tarakan–Surabaya (TRK–SUB) dengan 1.315 penumpang, disusul rute Tarakan–Jakarta (TRK–CGK) sebanyak 1.044 penumpang. Data ini menunjukkan bahwa kota-kota besar masih menjadi tujuan utama masyarakat pada masa libur Natal.
“Surabaya dan Jakarta juga cukup tinggi pergerakannya,” katanya.
Sementara itu, rute lain seperti Tarakan–Berau (TRK–BEJ) tercatat sebanyak 44 penumpang, Tarakan–Makassar (TRK–UPG) sebanyak 32 penumpang, Tarakan–Tanjung Selor (TRK–TJS) sebanyak 23 penumpang, dan Tarakan–Nunukan (TRK–NNK) sebanyak 7 penumpang. Beberapa rute lainnya tercatat tidak memiliki pergerakan selama periode tersebut.
“Untuk rute-rute tertentu memang tidak terlalu besar,” jelasnya.
Menjelang akhir masa posko, pihak Bandara Juwata Tarakan memprediksi total penumpang masih akan bertambah hingga posko resmi ditutup pada 4 Januari 2026. Untuk arus balik, puncak pergerakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada 2 dan 3 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru. “Prediksi arus baliknya ada di tanggal 2 dan 3 Januari,” terangnya.
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan tersebut, Bandara Juwata Tarakan telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan melalui posko terpadu yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Pemerintah Kota, Balai Kesehatan, AirNav, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan lancar.
“Ini memang agenda tahunan yang setiap tahun ada, jadi kami sudah siapkan semua dengan stakeholder dan koordinasi secara intens sejak awal,” kata Fahruddin.
Terkait pelayanan penumpang, pihak bandara juga membuka posko layanan dan kanal masukan bagi masyarakat. Masukan yang diterima sebagian besar berkaitan dengan keterlambatan penerbangan, meskipun durasinya tidak panjang dan telah ditangani sesuai ketentuan maskapai. Ia juga mengungkapkan untuk sejauh ini tidak ada kendala yang begitu signifikan, laporan-laporan yang mendominasi masuk ya kebanyakan dari keterlambatan keterlambatan penerbangan yang ada.
“Memang laporan terkait keterlambatan ada, tapi juga kami sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memberikan hak penumpang jika ada delay atau kendala tertentu. Alhamdulillah sejauh ini masih aman, lancar dan terkendali,” bebernya.
Untuk keluhan sulitnya tiket dan kemungkinan penambahan extra flight, pihak bandara masih berkoordinasi dengan maskapai berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan armada. Meski pada periode 21–24 Desember tiket sempat padat, per 25 Desember kondisi mulai melonggar dan masih dalam tahap evaluasi.
“Kami sudah data juga terkait keperluan kuota serta laporan-laporan yang ada kepada pihak maskapai. Saat ini juga mereka masih kaji dan kami masih menunggu konfirmasi dari pihak maskapai,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







