218 Personel Gabungan Amankan 103 Gereja di Tarakan Selama Ibadah Natal 2025

benuanta.co.id, TARAKAN — Kepolisian Resor (Polres) Tarakan memastikan pelaksanaan Ibadah Natal pada Desember 2025 berjalan aman dan kondusif. Sebanyak 218 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan 103 rumah ibadah yang tersebar di wilayah hukum Polres Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Kayan 2025 yang bertujuan menjamin rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal.

“Tugas utama kami adalah memastikan seluruh rangkaian ibadah, baik malam maupun pagi Natal, dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan, intimidasi, ataupun ancaman dari pihak manapun,” jelasnya, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga :  DPRD Kaltara Tinjau Kesiapan Pelabuhan Malundung Jelang Arus Mudik 2026

Menurutnya, personel yang dilibatkan merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tempat ibadah. Oleh karena itu, setiap petugas telah dibekali pemahaman tugas dan tanggung jawab sesuai lokasi pengamanan masing-masing.

“Seluruh personel yang terlibat adalah garda terdepan dalam pengamanan ibadah Natal, sehingga mereka harus memahami betul tugas, fungsi, dan titik pengamanan yang telah ditentukan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bertahap, DPUPR Mulai Rancang Pembangunan Pusat Pemerintahan di Wilayah Utara Tarakan

Kapolres juga menegaskan hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Tarakan terpantau aman dan kondusif. Meski demikian, seluruh personel diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan ibadah Natal.

“Keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada kesiapsiagaan bersama. Kami menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan dedikasi, profesionalisme, dan integritas tinggi,” tegasnya.

Selain pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi ibadah, Polres Tarakan juga menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan jemaat serta kelancaran lalu lintas di sekitar gereja selama kegiatan ibadah berlangsung.

Baca Juga :  Relokasi Pemerintahan, Wilayah Utara Berpotensi jadi Simpul Baru Ekonomi Tarakan

“Pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam dan sekitar gereja, tetapi juga mencakup pengaturan lalu lintas dan antisipasi potensi gangguan, sehingga jemaat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

AKBP Erwin berharap, dengan pengamanan maksimal yang dilakukan, umat Kristiani di Tarakan dapat merayakan Natal dengan penuh khidmat, aman, dan damai, serta tercipta suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *