benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara tengah menyusun rencana kontingensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana di daerah tersebut. Penyusunan dokumen ini telah memasuki tahap perancangan akhir dan dilakukan secara terpadu lintas sektor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Andi Amriampa mengatakan, rencana kontingensi tersebut disusun melalui proses identifikasi menyeluruh terhadap potensi karhutla di wilayah Kaltara. Proses ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
“Sekarang sudah pada tahap penyusunan rancangan akhir dokumen rencana kontingensi Karhutla. Kita berupaya mengidentifikasi potensi-potensi kebakaran hutan dan lahan di Kaltara dengan melibatkan seluruh stakeholder,” sebutnya, Rabu (24/12/2025).
Menurut dia, sejumlah unsur dilibatkan dalam penyusunan dokumen tersebut, mulai dari instansi vertikal, perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga kelompok penyandang disabilitas dan media.
Andi menegaskan, persoalan karhutla tidak dapat ditangani secara parsial karena bersifat lintas sektor. Karena itu, koordinasi dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam penyusunan rencana kontingensi tersebut.
“Kebakaran hutan dan lahan ini persoalan yang terkoordinasi dan terpadu lintas sektor. Semua pihak kita minta berperan aktif dalam penyusunan rencana kontingensi ini,” ujarnya.
Melalui dokumen tersebut, seluruh stakeholder diharapkan menyampaikan komitmen dan peran masing-masing dalam penanggulangan bencana Karhutla di Bumi Benuanta. Pemerintah daerah menargetkan rencana kontingensi ini menjadi pedoman mitigasi agar potensi karhutla dapat diantisipasi sejak dini.
“Harapannya, rencana ini dapat berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya mitigasi, sehingga kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah dan tidak sampai terjadi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







