Ketenagakerjaan Bulungan Stabil, TPT 4,14 Persen dan TPAK Capai 72,96 Persen

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan catat kondisi ketenagakerjaan di Bulungan menunjukkan tren yang cukup positif. merupakan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,14 persen, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 72,96 persen.

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto, S.Si, menjelaskan angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi. TPAK yang relatif tinggi, membuat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bulungan dinilai semakin terbuka lebar.

“TPAK Bulungan yang mencapai 72,96 persen ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk usia kerja sudah masuk dalam angkatan kerja, baik bekerja maupun mencari pekerjaan,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga :  Pengguna QRIS di Kaltara Tembus 131 Ribu, Transaksi Tumbuh Signifikan

Dari sisi gender, partisipasi angkatan kerja laki-laki paling tinggi yakni tercatat sebesar 86,78 persen, sedangkan TPAK perempuan masih di angka 57,08 persen.

“Kesenjangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan masih terlihat. Ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan peran perempuan di pasar kerja,” jelasnya Yuda.

Lanjutnya, berdasarkan data lapangan usaha, sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kabupaten Bulungan yakni 48,73 persen. Disusul sektor pertanian sebesar 29,95 persen, dan sektor industri yang menyerap 21,31 persen tenaga kerja.

Baca Juga :  Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp260 Ribu ke Angka Rp2,86 Juta/Gram

“Tingginya sektor jasa menunjukkan adanya pergeseran struktur ekonomi ke arah sektor tersier. Namun sektor pertanian tetap jadi peranan penting, terutama di wilayah perdesaan, karena masih menyerap hampir 30 persen tenaga kerja,” kata Yuda.

Ia menyoroti perbedaan karakteristik tenaga kerja antar wilayah perkotaan dan pedesaan, di perkotaan umumnya didominasi oleh masyarakat dengan tingkat pendidikan lebih tinggi. Sedangkan di perdesaan, tenaga kerja mayoritas berasal dari kelompok pendidikan di bawah strata satu (S1).

Baca Juga :  BI Kaltara Targetkan Seluruh Pelabuhan Pakai QRIS pada 2026

“Di perdesaan, serapan tenaga kerja lebih banyak pada sektor-sektor terbuka seperti pertanian dan perkebunan. Ini sejalan dengan kondisi geografis dan potensi wilayah Bulungan,” tambahnya.

Yuda berharap kedepannya dukungan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan agar serapan tenaga kerja semakin luas dan merata.

“Kami berharap pemerintah daerah terus memperkuat program-program penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, agar tingkat pengangguran dapat terus ditekan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *