benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat tren yang menarik pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan, triwulan III tahun 2025 menunjukkan peningkatan sebesar 3,03 persen dibandingkan triwulan II.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, Yuda Agus Irianto, S.Si, mengatakan pada sektor sekunder cukup kuat dalam pengaruh pertumbuhan ekonomi yakni dengan capaian 3,49 persen, juga meningkatnya aktivitas sektor konstruksi di Kabupaten Bulungan.
“Pertumbuhan ekonomi Bulungan sangat dipengaruhi oleh sektor konstruksi, termasuk berbagai pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Lanjutnya, perbandingan satu tahun terakhir pada triwulan III 2025 terhadap triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi Bulungan mengalami kenaikan signifikan hingga 6,1 persen.
“Berdasarkan year-on-year triwulan III 2024 hingga triwulan III tahun 2025 itu pertumbuhannya sangat tinggi sebesar 6,1 persen,” tambahnya.
Yuda mengungkapkan keberadaan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Bulungan jadi salah satu kontribusi besar terhadap tingginya pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan industri tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang mendorong nilai tambah regional.
“Saat ini kawasan industri KIPI termasuk yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi” kata Yuda.
Walaupun demikian, BPS mencatat manfaat pertumbuhan ekonomi ini belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat. Ini disebabkan pengaruh investasi modal asing dan modal dalam negeri berskala besar di kawasan industri. Hal tersebut membuat dampak ekonomi masyarakat masih terbatas.
Kepala BPS itu juga menilai, di sektor pertanian menunjukkan besarnya potensi untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan di daerah. “Sesuai amanat kita (BPS) pertanian itu sangat tinggi sekali,” tukasnya.
Ia menambahkan, program seperti cetak sawah baru, pengembangan kawasan pertanian, perkebunan, serta tanaman pangan dinilai mampu mendorong produksi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Bulungan.
BPS berharap keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian dapat terus ditingkatkan, optimalisasi potensi pertanian dan peningkatan partisipasi masyarakat, diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Jika sektor pertanian dapat terus dikembangkan dan didukung sumber daya manusia yang kuat, maka pemenuhan pangan daerah dapat tercapai dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







