benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memacu pembangunan infrastruktur jalan guna mempermudah konektivitas dan memutus isolasi daerah terluar, khususnya di wilayah Krayan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PERKIM) Kaltara, Helmi mengungkapkan, proyek peningkatan jalan di Krayan dibagi menjadi dua segmen utama yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
“Progres nyata tahap 1. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk penuntasan pengaspalan di segmen I yang meliputi jalur Long Bawan – Lembudud – Long Layu,” ungkapnya, Kamis (18/12/2025).
“Pekerjaan pengaspalan sepanjang 800 meter di segmen ini sudah selesai dilaksanakan. Bahkan, progresnya sudah ditinjau langsung oleh Bapak Gubernur,” sambungnya.
Tidak berhenti di situ, kata dia, komitmen pemerintah semakin kuat di tahun anggaran 2026. Melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, Pemprov Kaltara berencana melakukan pengaspalan besar-besaran di Segmen II, yakni jalur Long Layu menuju Binuang.
“Proyek ambisius ini mencakup panjang pengaspalan 3,8 kilometer dengan nilai anggaran Rp49,7 Miliar. Tujuan mempercepat akses logistik dan mobilisasi penduduk antar desa di perbatasan,” ucapnya.
Selain jalan provinsi, Helmi menjelaskan, pembangunan akses dari Malinau menuju Long Bawan juga terus dikerjakan oleh BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) dengan anggaran mencapai Rp200 miliar secara multiyears.
“Proyek ini juga mencakup pembangunan dua jembatan strategis, yaitu Jembatan Semamu dan Jembatan Binuang,” ujarnya.
Meskipun biaya konstruksi di wilayah perbatasan tergolong mahal karena tantangan geografis, bagi dia pemerintah optimis dengan tembusnya jalan-jalan ini, biaya pembangunan di masa depan akan jauh lebih efisien.
“Kita kerjakan secara bertahap sesuai kewenangan. Targetnya, mulai tahun 2027 ke atas, operasional dan kegiatan di sana akan lebih murah karena akses jalan sudah jauh lebih baik,” bebernya.
Kendati demikian, Helmi menegaskan langkah ini diharapkan tidak hanya mempercantik infrastruktur. “Tetapi juga membawa angin segar bagi penurunan harga barang pokok dan peningkatan kesejahteraan warga di beranda depan NKRI,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







