Realisasi APBD 2025, Irwan Sabri Soroti Sejumlah Kegiatan Fisik yang Belum Optimal

benuanta.co.id, NUNUKAN– Bupati Nunukan, H Irwan Sabri memberi catatan sejumlah kegiatan fisik yang belum mencapai progres secara maksimal. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan pada Rabu (10/12/2025).

Plt. Sekda Pemkab Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, memaparkan 17 arah baru perubahan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Irwan Sabri dan Hermanus.

“Percepatan pembangunan dan optimalisasi pelayanan publik di berbagai sektor strategis sangat penting,” kata Irwan.

Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain penyediaan air bersih di seluruh wilayah melalui pembangunan jaringan perpipaan, optimalisasi SPAM, dan pembebasan lahan Embung Lapri.

Pemenuhan kebutuhan energi listrik melalui pembangunan Solar Home System (SHS) PLTS rumahan. Peningkatan infrastruktur, termasuk pembangunan 100 km jalan tani per tahun serta 50 km jalan penghubung kecamatan dan desa serta pengadaan alat berat, satu unit untuk setiap kecamatan.

Baca Juga :  Sepanjang Tahun 2025 Damkar Nunukan Tangani 529  Penyelamatan Non Kebakaran

Ada juga perbaikan 200 rumah tidak layak huni per tahun dengan anggaran Rp25 juta per unit, pengadaan seragam sekolah gratis untuk peserta didik SD dan SMP di tahun pertama.

Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi atau kurang mampu, pengadaan Starlink untuk sekolah yang belum terjangkau internet, pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis di seluruh rumah sakit, bantuan bibit, pupuk, dan alat mekanisasi pertanian serta pengembangan kampung hortikultura dan palawija.

Perlindungan sektor perikanan dan rumput laut, termasuk bantuan alat tangkap dan mesin. Pemberdayaan UMKM, BUMDes, dan lembaga kerja antar desa melalui bantuan modal dan peningkatan keterampilan.

Sementara itu, Irwan Sabri menyampaikan, meskipun beberapa program telah memenuhi target, terdapat sejumlah catatan terkait kegiatan yang belum mencapai progres optimal.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih di Perbatasan Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi

“Kita menekankan pentingnya pertemuan OPD dalam rangka menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi di lapangan,” ungkap Irwan.

Irwan menyoroti sejumlah temuan di wilayah Kabudaya Semaja, di mana beberapa kegiatan fisik progresnya sangat minim. Ia meminta OPD terkait untuk terus melakukan pemantauan intensif.

“Jika ada bencana segera dilaporkan dan dicarikan solusi. Jika kegiatan tidak mungkin diteruskan, jangan mengambil risiko,” ujarnya.

Ia juga memberi perhatian khusus kepada Dinas Pendidikan, terutama terkait Ruang Kelas Baru (RKB) yang membutuhkan penanganan cepat. Selain itu, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Embung Lapri di Sebatik menjadi salah satu prioritas yang harus dikawal intensif.

Irwan mendorong OPD dengan progres rendah untuk lebih sering turun ke lapangan dan berkomunikasi dengan penyedia.

“Di sisa waktu triwulan empat, saling mengisi mana yang perlu kita monitoring. Penyedia kadang lebih intens turun ke lapangan. Contoh di Kabudaya, mereka sudah menambah tenaga meskipun kondisi medan sangat berat karena terdampak banjir,” ujarnya.

Baca Juga :  Dituding Tidak Transparan dalam Penyaluran Beasiswa, Pemkab Nunukan: Kita Sangat Terbuka

Perwakilan BPKAD H. Hamid memaparkan, hingga 10 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 87,69 persen, atau sekitar Rp1,6 triliun dari total pagu Rp1,8 triliun. Ia menyebut kemungkinan ketidaktercapaian terkait alokasi dana desa.

Sementara itu, realisasi belanja daerah menunjukkan untuk belanja operasi mencapai 70,09 persen, belanja modal mencapai 27,33 persen, belanja tidak terduga mencapai 43,61 persen, belanja transfer mencapai 84,23 persen, termasuk bantuan keuangan dan alokasi dana desa.

“Pertemuan ini merupakan bentuk penguatan koordinasi antarperangkat daerah dalam memastikan target pembangunan 2025 dapat tercapai,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *