Dampak Besar SPPG di Nunukan: Serap Tenaga Kerja hingga Perkuat Ekonomi Daerah

benuanta.co.id, NUNUKAN– Keberadaan Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) tidak hanya berperan dalam penyediaan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak besar pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi daerah di Kabupaten Nunukan.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan menyampaikan, secara normatif jika standar minimumnya 2.500 sampai 3.000 porsi, SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang.

“Bisa dibayangkan, jika saja di Nunukan ada 30 SPPG, dikalikan 50 orang, berapa tenaga kerja yang terserap di sektor ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Irwan Hadiri Rakornas Sinergi Program Pemerintah Pusat ke Daerah

Ia menegaskan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi keberadaan SPPG sebagai mitra strategis. Menurutnya, SPPG ini merupakan mitra kepala daerah, satu sisi menyerap tenaga kerja, meningkatkan ekonomi, dan juga bagaimana mencetak anak-anak yang kuat dan cerdas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Raden Iwan mengutip pandangan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menekankan besarnya potensi ekonomi dari program ini. “Prabowo ingin membayangkan kalau satu desa memiliki dua SPPG atau satu saja, kebutuhan bahan bakunya besar dan nilai ekonominya tinggi yang bisa berputar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinkes P2KB Nunukan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Saat ini, Nunukan memiliki sembilan SPPG yang sudah berjalan, menurutnya, jika setiap SPPG melayani rata-rata seribu porsi per hari, dampaknya sudah sangat signifikan.

“Kalau saja rata-rata seribu satu SPPG, bayangkan cakupannya sudah mencapai berapa, makanannya terukur, tepat gizi, dan diperuntukkan untuk anak-anak, ini investasi kesehatan untuk sepuluh tahun ke depan agar mereka tumbuh sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Solusi Penanganan Banjir Sembakung, Pemkab Nunukan Usulkan Relokasi 233 KK di Desa Atap

Ia menegaskan, program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga membangun masa depan generasi Nunukan yang lebih kuat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui rantai pasok hingga serapan tenaga kerja.

“Semua ini bergerak bersama, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tutupnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *