benuanta.co.id, TANJUNG SELOR- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan prestasi signifikan dalam program kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), berhasil melampaui target nasional.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara, Sanusi mengatakan, capaian KIA secara keseluruhan telah mencapai 68,28 persen melebihi target yang ditetapkan sebesar 60 persen.
“Kabupaten Tana Tidung (KTT) muncul sebagai daerah dengan capaian KIA tertinggi, menembus angka impresif 96,75 persen,” ungkapnya, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya faktor utama tinggi angka di KTT ini dinilai karena komitmen dan Keseriusan Disdukcapil. “Adanya keseriusan dinas setempat untuk mengejar cakupan anak usia 0 hari hingga sebelum 17 tahun,” ucapnya.
Tidak hanya itu, wilayah KTT yang relatif kecil dan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, membuat proses penelusuran data KIA menjadi lebih mudah.
“Peringkat capaian KIA di Kaltara
Setelah KTT, kabupaten kota lain juga menunjukkan capaian yang patut diapresiasi Bulungan 73,85 persen,” sebutnya.
Selain itu, Sanusi juga menyebutkan Malinau sudah 71,45 persen, Tarakan dan Nunukan sekitar 63 persen. Dijelaskannya, keseriusan Disdukcapil di Kaltara didukung oleh mekanisme yang mempercepat penerbitan KIA secara otomatis.
“Konsepnya adalah integrasi layanan hampir seluruh Disdukcapil di Kaltara telah menjalin kerja sama (PKS) dengan rumah sakit dan puskesmas,” bebernya.
Sehingga menurutnya ketika seorang anak lahir di Puskesmas atau rumah sakit, penerbitan Akta Lahir akan diikuti secara otomatis dengan penerbitan KIA.
“Meskipun secara umum capaian Kaltara tinggi, beberapa daerah masih menghadapi tantangan. Tarakan meski wilayahnya kecil, kepadatan penduduk yang tinggi membuat proses pencapaian target cukup sulit,” tuturnya.
Nunukan juga, memiliki wilayah yang luas dan tersebar atau sebaran penduduk yang terlalu luas, menjadi kendala utama dalam upaya mencapai target KIA.
“Faktor jumlah penduduk yang tidak merata ini menjadi salah satu penentu dalam kecepatan capaian KIA di tiap wilayah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







