benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya dalam pelestarian lingkungan secara khusus ekosistem mangrove, melalui kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan dukungan dari program internasional.
Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila mengungkapkan, upaya penghijauan telah berjalan di wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan, KPH KTT (Kesatuan Pengelolaan Hutan Tana Tidung), dan Nunukan, termasuk kegiatan penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat.
“Untuk tahun 2026, dipastikan akan ada alokasi dana sekitar Rp12 miliar.
Dana ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kehutanan dan Kementerian Kehutanan, yang disalurkan melalui program Forest Program VI (FP6) bersama Jerman,” ungkapnya, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, dana tersebut akan fokus pada penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area hutan. “Fokus utama di Delta Kayang khusus untuk tahun 2026, lokasi penanaman mangrove akan difokuskan di Delta Kayan,” ucapnya.
Bahkan, kata dia, pemilihan lokasi ini dikarenakan masih adanya alokasi wilayah tanam dan merupakan bagian dari wilayah kerja KPH Tarakan.”Target penanaman untuk tahun 2026 diperkirakan mencakup area seluas 1.400 hektare,” ujarnya.
Diharapkannya dengan anggaran dan target yang jelas ini, kelestarian mangrove di Kaltara dapat terjaga. “Ini yang juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim dan kesejahteraan masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







