benuanta.co.id, TANJUNG SELOR — Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hampir rampung dan siap digunakan sebagai pusat komando kebencanaan.
Kepala BPBD Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, seluruh peralatan IT di dalam gedung Pusdalops sudah terpasang. Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah penyambungan air bersih (PDAM) dan listrik.
“Yang sekarang ini berproses penyambungan PDAM dan listriknya. Kan tiangnya sudah masuk itu, trabonya sudah, tinggal penyambungan,” ungkapnya Jumat (5/12/2025).
Tak hanya itu, kata dia gedung ini akan berfungsi sebagai Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). “Fungsi utamanya adalah menjadi pusat monitoring data kebencanaan,” ucapnya.
Bahkan nantinya seluruh kejadian bencana di kabupaten kota se-Kaltara akan dilaporkan dan masuk ke Pusdalops Provinsi secara by system. “Data ini kemudian akan diteruskan ke Pusdalops Pusat (BNPB),” ujarnya.
Begitu pun dengan personel yang bertugas di Pusdalops berasal dari BPBD Kaltara dan telah dilatih khusus untuk memegang alat-alat monitoring. Adapun peralatan monitoring di dalam meliputi minimal lima komputer di meja serta satu unit monitor besar (videotron) atau delapan TV untuk pemantauan seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Operasional diatur dalam tiga shift (bergantian) dan akan berlangsung 24 jam sehari,” bebernya.
“Meskipun fisik gedung sudah siap, operasional dan peresmiannya baru akan dilakukan setelah proses serah terima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” sambungnya.
Sebagai informasi Andi menyebutkan lahan Gedung Pusdalops ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1,77 hektare dengan ukuran bangunan 40×60 meter persegi.
“Target penyerahan harusnya tahun ini selesai, namun sedang terhambat karena pihak BNPB sedang fokus pada penanganan bencana di Sumatera,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







