benuanta.co.id, BULUNGAN – Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Utara hingga triwulan III 2025 baru mencapai sekitar Rp20,5 triliun. Angka itu masih jauh dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp37 triliun. Pemerintah provinsi menyebut capaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang menekan laju penanaman modal.
Plt. Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani mengatakan tingginya target tidak berbanding lurus dengan situasi fiskal daerah. Tekanan efisiensi anggaran dan penurunan dana transfer pusat membuat ruang dukung pemerintah dalam mendorong investasi menjadi terbatas.
“Target yang besar tidak diiringi kemampuan fiskal yang memadai. Ada pengetatan anggaran, sementara sebagian program pendukung investasi harus disesuaikan,” ujar Rahman, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan sejumlah calon investor yang sebelumnya menunjukkan minat belum masuk ke tahap realisasi. Banyak di antaranya masih berada dalam fase studi kelayakan, penyusunan model bisnis, hingga penjajakan pasar. Kondisi ini membuat arus modal yang diharapkan belum mengalir optimal.
Meski begitu, Rahman menegaskan pemerintah provinsi terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Percepatan layanan perizinan, penegasan kepastian tata ruang, dan pendampingan bagi proyek strategis disebut menjadi fokus utama untuk menutup gap realisasi di sisa tahun berjalan.
“Kami memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait agar proyek-proyek besar tetap bergerak, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah,” katanya.
Pemprov berharap percepatan di sektor perizinan dan kepastian regulasi dapat memperbaiki tren investasi pada triwulan berikutnya, sekaligus menjaga minat investor terhadap Kaltara yang tengah mendorong pengembangan kawasan industri dan energi berskala nasional. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







