Mobil Damkar Keluarkan Asap Tebal di Jalan Sudirman, Lalu Lintas Sempat Macet 30 Menit

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah armada fire rescue milik Pemadam Kebakaran (PMK) Sektor Barat mengeluarkan asap tebal saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (4/12/2025) pagi.

Asap pekat tersebut sempat menutupi jalan hingga membuat pengendara berhenti karena jarak pandang terganggu.

Seorang saksi mata, Ari, mengatakan dirinya terpaksa menepi karena tidak dapat melihat kondisi jalan di depannya. Ia menyebut asap muncul secara tiba-tiba dari kendaraan damkar jenis fire rescue tersebut.

“Ia kaget karena tiba-tiba ada asap. Saya kira ada rumah atau warung kebakaran. Pas depan gereja asapnya tebal gelap, jadi berhenti dulu karena nggak kelihatan. Sampai macet juga tadi, kurang lebih 20–30 menit,” ungkap.

Baca Juga :  BPOM Minta Susu Formula Bayi S-26 Dua Nomor Bets Ditarik dari Peredaran

Insiden terjadi saat kendaraan PMK hendak menuju SPBU untuk mengisi bahan bakar. Menurut Petugas PMK Sektor Barat, Lasius mengatakan mobil yang dikemudikan sopir piket itu mulai mengeluarkan asap saat melintasi tanjakan di kawasan Tepung Baru, tepat di depan Gereja Katolik.

Dirinya menjelaskan, meski asap cukup banyak, tidak ada percikan api yang muncul. Sopir disebut sigap mengambil tindakan pencegahan dengan mematikan seluruh sistem kelistrikan kendaraan.

Baca Juga :  Banyak Jalur Bisa Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Anak

“Sopir langsung mematikan semua kontak yang berhubungan dengan kelistrikan untuk mengantisipasi api yang lebih besar. Mesinnya juga mati karena aki dicabut,” ujarnya.

Proses penanganan berlangsung sekitar dua menit sebelum dipastikan aman. Hingga berita ini ditulis, mobil damkar tersebut masih berada di lokasi dan rencananya akan dievakuasi ke Mako PMK.

Lasius menyebut kondisi kendaraan memang sudah tua karena merupakan hibah dari Jepang. Bahkan insiden serupa pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Kekurangan Guru BK, Sekolah di Tarakan Libatkan Guru Lain untuk Konseling Siswa

“Itu mobil lama. Dari Jepang kondisinya mungkin tinggal 60–70 persen. Dua bulan lalu juga pernah kejadian seperti ini di Jalan Yos Sudarso,” jelasnya.

Saat ini pihak PMK masih menunggu keputusan dari Kepala Seksi Sarpras terkait apakah kendaraan tersebut akan diservis kembali atau dinonaktifkan. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *