benuanta.co.id, TARAKAN – Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tarakan pada November 2025 menunjukkan adanya inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,67 persen. Angka tersebut tercatat dengan IHK berada pada level 107,36 dan menggambarkan adanya dorongan harga dari berbagai kelompok pengeluaran masyarakat.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, SST., M.Si menyampaikan inflasi y-on-y pada November 2025 utamanya disebabkan kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Kelompok makanan memberikan andil inflasi terbesar yakni 1,13 persen,” ungkapnya, Kamis (4/12/2025).
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya berkontribusi sebesar 1,24 persen. Umar mengatakan kenaikan pada kelompok ini turut memperkuat laju inflasi di Tarakan. “Kelompok jasa pribadi bergerak cukup signifikan dan itu terlihat jelas dalam andil inflasi,” lanjutnya.
Dari sisi month-to-month (m-to-m), inflasi di November 2025 tercatat 0,25 persen. Umar menyebutkan angka tersebut menunjukkan stabilitas yang masih terjaga meskipun ada peningkatan harga musiman. “Secara bulanan kita masih berada di level yang relatif terkendali,” katanya.
Adapun inflasi year-to-date (y-to-d) telah mencapai 2,27 persen. Umar menerangkan bahwa kinerja inflasi sepanjang tahun masih dalam kisaran target pengendalian yang ditetapkan pemerintah.
“Realisasinya masih sesuai ekspektasi hingga menjelang akhir tahun,” jelasnya.
Jika dilihat per kelompok pengeluaran, sejumlah kelompok mengalami andil inflasi kecil namun tetap berkontribusi, seperti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, transportasi 0,36 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen, pendidikan 0,02 persen serta penyediaan makanan dan minuman restoran 0,18 persen.
“Setiap kelompok pengeluaran tetap memiliki tren pergerakan yang harus dicermati,” tuturnya.
Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki justru mencatat andil negatif sebesar 0,04 persen, serta satu kelompok lain yakni peralatan, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang tercatat stagnan.
“Ada beberapa harga yang mengalami koreksi sehingga memberikan andil minus,” terangnya.
Jika meninjau perkembangan inflasi y-on-y selama setahun terakhir, laju inflasi Tarakan sempat berada di level 1,65 persen pada November 2024, turun hingga -0,68 persen pada Februari 2025, kemudian merangkak naik stabil hingga mencapai 2,67 persen pada November 2025.
“Grafiknya menunjukkan tren pemulihan inflasi yang konsisten,” katanya.
Pada level provinsi, inflasi y-on-y Kota Tarakan sebesar 2,67 persen berada di atas Kabupaten Nunukan yang mencatat 1,94 persen namun di bawah Tanjung Selor yang mencapai 2,86 persen. Umar menyatakan bahwa posisi tersebut masih menunjukkan daya beli masyarakat yang terjaga.
“Tarakan masih berada di posisi menengah di Kalimantan Utara dalam hal inflasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







