Pemprov Kaltara Matangkan Rencana Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B di ibu kota provinsi, Tanjung Selor.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Datu Iqro mengatakan, usulan tersebut secara langsung ke tingkat pusat, termasuk kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kementerian Kesehatan, hingga Komisi IX DPR RI.

“Rencana besar ini akan dibangun di Kilo 4 (Kilometer 4) dengan ketersediaan lahan saat ini seluas 6 hektare yang akan ditambah 4 hektare lagi pada tahun ini, sehingga total lahan yang disiapkan adalah 10 hektare,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Gelar Orientasi Penyusunan RKPD 2027

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltara bahkan telah menyiapkan lahan hingga 11 hektare di Tanjung Selor, termasuk untuk rencana pembangunan layanan kesehatan jiwa.

“Pembangunan RS Tipe B ini diproyeksikan terealisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan pada tahun 2026,” ucapnya.

Meskipun prosesnya akan dilakukan bertahap dan tidak langsung selesai dalam satu tahun anggaran, harapannya RS ini bisa beroperasi penuh pada tahun 2028.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, juga sempat mengonfirmasi jika mereka tengah mengupayakan pembangunan rumah sakit vertikal yang didanai langsung oleh anggaran pusat.

Baca Juga :  Kaltara Pacu Kemandirian Fiskal di Tengah Turunnya Transfer Pusat

“Pembangunan RS Tipe B di Tanjung Selor ini sangat mendesak karena saat ini rujukan layanan kesehatan bagi lima kabupaten kota di Kaltara masih bertumpu pada satu-satunya RS Tipe B yang sudah overload di Tarakan,” ujarnya.

Dengan adanya RS Tipe B di Tanjung Selor kata dia rujukan dari daerah seperti Malinau dan Kabupaten Tana Tidung akan diarahkan ke RS Provinsi di Tanjung Selor, sehingga dapat mengurai kepadatan pasien di RS Tarakan.

“Sementara rujukan dari Sebatik, Tarakan, dan Bunyu akan tetap di RS Tarakan,” bebernya.

Baca Juga :  Rasio Elektrifikasi Lampaui Target Nasional, Desa Teraliri Listrik di Kaltara Capai 85,48 Persen pada 2025

Usman menegaskan pihak Pemprov Kaltara terkait berkas proposal pembangunan RS ini telah lengkap dan disampaikan kepada pihak pusat. “Pihak pusat menilai kebutuhan RS Tipe B di Tanjung Selor ini mendesak dan berpotensi diprioritaskan,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, kesiapan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian. “Pemprov Kaltara akan segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan begitu anggaran dari pemerintah pusat disetujui, sebelum rumah sakit tersebut mulai beroperasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *