benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) posisinya bukan hanya sebagai lokasi strategis proyek nasional, tetapi juga sebagai poros penting dalam integrasi ekonomi regional.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang memperkenalkan konsep pengembangan 3T baru dan berbeda dengan konsep 3T (Terdepan Terluar Tertinggal) yang sering disinggung sebelumnya. Konsep 3T baru ini adalah Tarakan (Indonesia) – Tawau (Malaysia) – Tawi-Tawi (Filipina).
“Konsep 3T ini bertujuan untuk menghidupkan dan menjadikan Tarakan sebagai pusat pergerakan ekonomi yang terintegrasi dengan dua wilayah penting di negara tetangga, Tawau dan Tawi-Tawi,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).
Kata dia, inisiatif ini diharapkan dapat mengangkat Kaltara menjadi bagian sentral dari pertumbuhan ekonomi sub-regional, mengubah pandangan lama dan mewujudkan ekonomi baru di wilayah Utara Indonesia.
Meskipun memiliki visi yang ambisius dan proyek-proyek strategis (PSN) yang masif, Kaltara menghadapi tantangan besar, terutama pada sisi pendanaan dan infrastruktur konektivitas. Gubernur Kaltara menyatakan harapan kuatnya agar Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh untuk pendanaan.
“Kaltara mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih sangat kecil. Maka konektivitas membantu memperbaiki dan membangun konektivitas antar wilayah di Kaltara yang masih banyak belum terhubung. Maka perhatian khusus pada daerah seperti Krayan yang sangat membutuhkan intervensi pemerintah pusat,” bebernya.
Tujuan akhir dari seluruh upaya pembangunan ini kata Zainal adalah untuk memastikan bahwa seluruh wilayah di Kaltara terintegrasi penuh ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menghilangkan anggapan wilayah perbatasan yang ‘Malaysia di perut, Garuda di dada’.
“Kaltara kini bertekad untuk maju bersama dengan dukungan sinergis dari semua pihak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







