benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nunukan menindaklanjuti peristiwa 9 pelajar SMP yang diamankan BNNK yang mabuk (teler) akibat mengkonsumsi liquid vape yang mengandung Narkoba.
9 Pelajar tersebut akan disiapkan tempat secara khusus untuk melakukan proses belajar mengajar, agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, menyatakan, pihaknya akan mencari gedung di luar sekolah. Untuk memastikan proses belajar mengajar siswa tetap berlanjut.
“Mereka masih muda, masih punya masa depan panjang, sehingga jangan sampai putus sekolah,” tutur Akhmad, pada Senin (01/12/2025).
Akhmad menegaskan, perilaku 9 pelajar tersebut menciptakan kekhawatiran bagi orang tua murid lain, bahwa akan menularkan pengaruh buruk di sekolah. Disdik juga harus melakukan antisipasi atas potensi bullying dan perlakuan diskriminasi dari pelajar lain.
“Sekolah sudah menjadi wilayah tidak nyaman bagi sembilan pelajar itu. Jadi kita carikan gedung lain untuk belajar mereka,” tegasnya.
Konsekuensi dan tanggung Jawab
Penempatan khusus tersebut menjadi konsekuensi dari perilaku mereka yang berani menyentuh barang haram narkoba. Dinas Pendidikan bersama BNNK Nunukan akan terus memantau dan mengawasi anak-anak tersebut, sembari memberikan edukasi intensif terkait bahaya narkoba.
“Intinya mereka berani melakukan ya harus berani tanggung jawab. Kita beri mereka pemahaman efek narkoba, kita tetap berikan haknya sebagai pelajar. Catatannya, mereka harus mengambil pelajaran berharga dari tindakan menyimpangnya,” kata Akhmad.
Fakta Kasus dan Upaya Rehabilitasi BNNK
Sebelumnya, dari penelusuran petugas BNNK, para pelajar tersebut mengalami gejala mirip sakau pasca menghisap liquid vape. Hasil tes urine menunjukkan positif Tetrahydrocannabinol (THC) dan Benzo (Benzodiazepine).
Kepala Kantor BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, mengatakan, BNNK mengutamakan upaya penyelamatan terhadap para pelajar yang berstatus sebagai korban penyalahguna.
Mereka mengarahkan pelajar tersebut menjalani program rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, agar dapat pulih sepenuhnya dan melanjutkan pendidikan. Pelajar akan menjalani asesmen lebih lanjut, melibatkan dokter dan psikolog untuk menentukan tingkat kecanduan.
“Mereka telah dikembalikan kepada orang tua/wali untuk menjalani pembinaan lebih lanjut dan diwajibkan melaksanakan wajib lapor secara berkala ke BNNK Nunukan,” ungkap Anton. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







