benuanta.co.id, TANJUNG SELOR– Realisasi investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga Triwulan III (TW III) dilaporkan telah mencapai Rp 20,5 triliun, meski target ambisius sebesar Rp 37 triliun belum tercapai.
Plt Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani menerangkan, sektor konstruksi diprediksi akan menjadi kunci utama dalam upaya mengejar ketertinggalan dan mendekati target pada akhir tahun.
Bahkan kata dia, tim pelaksana menyoroti capaian Rp 20,5 triliun tersebut baru memenuhi sekitar 55 persen dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltara dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Target investasi Kaltara yang ditetapkan oleh BKPM pada tahun 2024 sendiri adalah sebesar Rp 35,33 triliun, yang kemudian disesuaikan,” ungkapnya, Senin (1/12/2025).
“Saat ini realisasi investasi kita baru diangka Rp 20,5 triliun, dari target kita yang lebih kurang Rp 37 triliun. Artinya realisasi kita baru lebih kurang 55 persen. Kami memang melihat kita mungkin tidak akan mencapai target, tetapi akan mendekati,” sambungnya.
Menurutnya, sektor konstruksi dan energi menjadi kontribusi terbesar untuk investasi Kaltara.
“Proyek-proyek besar di sektor ini, terutama yang berkaitan dengan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi dan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), menjadi mesin utama penggerak realisasi,” ucapnya.
Menurutnya sebagian besar investasi yang masuk saat ini masih dalam tahap konstruksi. “Laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang akan terbit pada Januari diharapkan akan mencerminkan selesainya tahap konstruksi ini,” ujarnya.
Progresnya hingga saat ini, kihusus di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), beberapa proyek dikabarkan sudah mendekati tahap produksi.
“Kami berharap laporan konstruksi mereka selesai, dan itu akan memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk realisasi investasi kita di tahun 2025,” bebernya.
Kemudian terkait upaya hilirisasi sumber daya alam di kabupaten-kabupaten Kaltara, investasi di sektor industri pengolahan juga menunjukkan optimisme. Kontribusi pengolahan yang signifikan ini terlihat terutama di Tarakan.
“Untuk pengolahan sendiri kita memang sumbangsihnya cukup bagus, termasuk di Tarakan itu paling banyak industri pengolahan kita,” jelasnya.
Dengan berpegangan pada target tahun lalu sebesar Rp 32 triliun, pihak terkait berharap realisasi investasi pada akhir tahun nanti setidaknya bisa sama dengan capaian tahun sebelumnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina








