Bahlil Sentil Pengusaha: Jangan Atur Negara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengungkapkan bahwa pengalaman masa lalunya sebagai pengusaha di sektor pertambangan dan kayu menjadi dasar utama dalam upayanya untuk menerapkan tata kelola pertambangan yang berwawasan lingkungan.

Dalam sebuah kesempatan, Bahlil menegaskan bahwa sistem pertambangan di Indonesia harus dikelola dengan lebih profesional dan menjamin kelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu.

Bahlil, yang pernah menjabat sebagai pengusaha di bidang tambang dan kayu, mengakui bahwa ia mengetahui betul bagaimana praktik-praktik di masa lalu dapat meninggalkan sejarah kelam bagi lingkungan.

Baca Juga :  Program Sambungan Listrik Gratis Dipastikan Bergulir hingga 2030

“Saya juga merasa bersalah. Karena waktu saya jadi pengusaha dulu, saya kebetulan usaha saya dulunya main kain (tekstil) sama tambang. Yang semua urusannya pasti nebang pohon,” ujarnya Ahad (30/11/2025).

Bahlil menjelaskan bahwa kegiatan tersebut kini ia sadari dapat memicu dampak buruk seperti longsor dan banjir.

Pengalaman tersebut mendorongnya untuk melakukan penataan total pada sektor pertambangan, termasuk pengetatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus diperketat untuk mencegah kerusakan yang berbahaya.

Baca Juga :  UBT Prioritaskan Keberlanjutan Studi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

“Mewajibkan perusahaan menyiapkan jaminan biaya reklamasi terlebih dahulu agar tidak meninggalkan hutan setelah menambang,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kata dia negara harus lebih kuat dari pengusaha karena menyikapi berbagai dinamika dan kemungkinan protes dari pihak pengusaha

Bahlil dengan tegas menyatakan bahwa negara harus berada di atas pengusaha.

“Sudah saatnya tidak boleh pengusaha mengatur negara. Yang mengatur pengusaha adalah negara. Tapi negara juga tidak boleh sewenang-wenang,” tegasnya.

Baca Juga :  Tembus 68,28 Persen, Kaltara Lampaui Target Nasional Penerbitan Kartu Identitas Anak

Ia menekankan pentingnya mencapai keseimbangan di mana ekonomi dapat berjalan, tetapi lingkungan tetap harus dijaga.

Bahlil bertekad untuk menyempurnakan hal-hal yang belum baik, mempertahankan yang sudah baik, dan terus meningkatkan upaya demi pertambangan yang lebih bertanggung jawab, serta menata sektor ini secara totalitas agar betul-betul ramah lingkungan.

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *