Pelabuhan Tengkayu I Satu-Satunya Gabungan Penumpang–Barang, Pengelola Akui Butuh Pembenahan

benuanta.co.id, TARAKAN – Aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan terus meningkat seiring bertambahnya volume penumpang dan kendaraan yang keluar masuk kawasan tersebut. Namun hingga kini, pelayanan penumpang dan distribusi barang masih berada pada satu area yang sama, sehingga dinilai belum ideal untuk jangka panjang.

Kondisi ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Widia Ayu. Dirinya menyebut pelabuhan tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang masih mengintegrasikan pelayanan barang dan penumpang dalam satu lokasi. Ia menilai pola layanan seperti itu semestinya mulai dipisahkan.

Baca Juga :  Dari Kesehatan hingga Ekonomi, Tarakan Catat Kemajuan IPM Capai 78,03

“Pelabuhan Tengkayu I itu memang satu-satunya pelabuhan yang perintegrasi barang dan penumpang di Indonesia. Jadi harusnya sudah terpisah antara penumpang dengan barang,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan, kualitas fondasi pelabuhan dan area dermaga lambat laun akan mengalami penurunan jika beban operasional terus meningkat tanpa adanya pembaruan fasilitas. Selain itu, arus kendaraan dan penumpang juga semakin meningkat setiap tahun sehingga pelayanan perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Fase Perigee, Waspada Banjir Rob di Pesisir Tarakan Sepekan ke Depan

Menurutnya, Tengkayu I juga menjadi satu-satunya pintu masuk utama distribusi barang ke Kota Tarakan. Hal ini menyebabkan tekanan aktivitas di kawasan pelabuhan semakin besar.

Kendati demikian, pemisahan layanan penumpang dan barang bukan kewenangan pihak pengelola pelabuhan di UPTD. Rencana pembangunan dermaga baru untuk kebutuhan bongkar muat juga berada pada domain dinas terkait.

“Kalau soal update rencana pembangunan bermaga baru untuk barang itu ada di kewenangan dinas. Saya tidak berani menjelaskan karena bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Gantung Diri di Pondok Kebun Kelurahan Kampung Enam

Meski belum ada kejelasan terkait pembangunan fasilitas baru, pengelola berharap optimalisasi tetap dilakukan agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ia menyebut peningkatan fasilitas menjadi langkah paling realistis apabila pemisahan layanan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Harapan kami, kalau memang belum bisa dipisah antara pelayanan penumpang dan barang, paling tidak fasilitasnya dioptimalkan. Jadi pelayanan pada penumpang bisa lebih baik lagi,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *