benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melakukan kunjungan kerja ke BPS Kota Tarakan dalam rangka memberikan motivasi dan menyerap aspirasi pegawai pada Ahad (23/11/2025) lalu.
Kegiatan yang dikemas dalam acara Bincang Santai itu dihadiri jajaran BPS Provinsi Kalimantan Utara, BPS Kabupaten/Kota di Kaltara, serta perwakilan Mitra Statistik. Kunjungan ini disebut sebagai upaya untuk memperkuat kinerja statistik daerah.
Kunjungan ini disambut baik Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, SST., M.Si., Ia menyampaikan seluruh pegawai siap mendukung pelaksanaan SE 2026. Umar menegaskan kesiapan jajaran BPS Tarakan.
“Kami berkomitmen menyukseskan SE 2026 dengan menjaga kualitas data,” jelasnya, Kamis (27/11/2025)
Umar menuturkan seluruh pegawai BPS Tarakan akan memperkuat pemahaman teknis dalam pelaksanaan sensus. Ia menegaskan ketelitian dan kedisiplinan harus menjadi bagian dari budaya kerja.
Selain itu, lanjutnya, BPS Tarakan akan terus menjaga kualitas data sebagai fondasi penting bagi pembangunan. “Kami akan memperkuat pemahaman terhadap konsep dan metodologi sensus agar data yang dihasilkan benar-benar akurat,” tegasnya.
Lebih jauh, Umar menyampaikan dukungan dan arahan dari pimpinan pusat menjadi penyemangat tambahan bagi jajarannya. Ia memastikan BPS Tarakan siap menjadi garda terdepan dalam penyediaan data statistik yang berkualitas di wilayah perbatasan.
“Kehadiran pimpinan pusat menjadi pemicu motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan pentingnya kolaborasi dan kualitas data dalam mendukung pembangunan nasional. Ia mempertegas arahan agar seluruh pelaksana statistik meningkatkan profesionalitas.
“Kita harus terus menjaga kualitas data dan memperkuat peran statistik dalam pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi, Amalia juga berdialog menyerap masukan dari insan statistik Tarakan. Ia menyebut bahwa ruang diskusi itu penting untuk memahami tantangan di lapangan.
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari daerah agar pelaksanaan statistik semakin baik,” paparnya.
Agenda utama kunjungan tersebut adalah memberikan arahan terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dilaksanakan tahun depan. Amalia mengingatkan SE 2026 merupakan kegiatan strategis nasional untuk memotret kondisi dan struktur ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
“Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan dan kebijakan,” katanya.
Amalia juga menegaskan pegawai BPS di daerah merupakan ujung tombak keberhasilan SE 2026. Ia menekankan pentingnya memahami konsep dan metodologi sensus.
“Petugas lapangan adalah garda terdepan, sehingga kualitas data harus dijaga melalui ketelitian dan kedisiplinan,” imbuhnya.
Amalia mengungkapkan, koordinasi dan kerja sama harus terus ditingkatkan demi memastikan kebutuhan data di daerah dapat terpenuhi. Ia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemda untuk menghadirkan statistik yang akurat dan berkualitas.
Amalia juga mengingatkan, “Dibalik kebijakan yang tepat, pasti ada data yang akurat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







