Ramp Check Speedboat, Petugas Masih Temui Life Jacket Rusak dan APAR Kedaluwarsa

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menekankan unsur keselamatan pelayaran dalam kegiatan ramp check untuk persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Plh Kepala Bidang (kabid) Pelayaran Operasional Dishub Kaltara, Massahara mengatakan pemeriksaan yang melibatkan tim gabungan dari BPTD, KSOP, SUP, dan instansi terkait untuk memastikan seluruh dokumen dan perangkat keselamatan kapal benar-benar memenuhi standar sebelum melayani penumpang.

“Dalam kegiatan tersebut, ditemukan sejumlah perlengkapan keselamatan yang tidak lagi layak pakai, khususnya life jacket dan life buoy,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025).

Dari hasil pemeriksaan petugas, masih banyak ditemui life jacket yang robek, rusak, atau tidak lagi dapat mengapung dengan baik, sehingga wajib diganti.

Baca Juga :  Rasio Elektrifikasi Lampaui Target Nasional, Desa Teraliri Listrik di Kaltara Capai 85,48 Persen pada 2025

“Kalau life jacket itu kriterianya jelas. Begitu robek atau patah, kemampuan mengapungnya berkurang dan tidak bisa digunakan lagi. Kami tarik, dan minta untuk segera diganti dengan yang baru,” ujarnya.

Selain memeriksa life jacket, petugas juga memeriksa APAR. Hasilnya juga ditemui APAR yang sudah habis masa berlakunya, petugas langsung memberikan informasi kepada operator kapal agar segera melakukan penggantian.

“Peralatan kesehatan dan komponen 3K lainnya juga ikut diperiksa, termasuk masa berlaku dan kelengkapannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Ini Realisasi Pembangunan Rumah dan Penyediaan Sarana Permukiman di Kaltara 

Dari sisi administrasi, menurutnya sejumlah dokumen kapal masih dalam proses perpanjangan akibat peralihan kewenangan dari IPTD ke KSOP. “Namun keseluruhan proses dianggap tetap berjalan normal. Untuk operator yang ditemukan belum memenuhi standar, diberikan waktu sampai 12 Desember untuk melengkapi seluruh kekurangan,” terangnya.

Massahara mengungkapkan, pihaknya memberi tenggat waktu dua hingga tiga hari untuk penggantian alat keselamatan yang sudah rusak.  Ramp check ini bertujuan memastikan seluruh armada benar-benar siap melayani masyarakat menjelang masa angkutan padat akhir tahun.

“Harapannya, setelah ramp check ini semua speedboat layak berlayar. Utamanya soal keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang. Jika tiga aspek ini terpenuhi, dokumen kapal, sarana navigasi, dan perlengkapan keselamatan, mereka akan diberikan stiker sebagai tanda siap operasi dan bisa mendapatkan Surat Kelaikan Berlayar (SWB),” bebernya.

Baca Juga :  Tembus 68,28 Persen, Kaltara Lampaui Target Nasional Penerbitan Kartu Identitas Anak

Operator yang tidak menindaklanjuti temuan sampai batas waktu yang ditentukan tidak akan diberikan stiker maupun SWB sehingga tidak dapat beroperasi. “Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap lalu lintas angkutan perairan, khususnya speedboat reguler dapat berjalan lebih aman dan lancar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *