benuanta.co.id, TANJUNG SELOR– Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan iklim investasi dengan fokus pada akurasi dan kredibilitas data.
Acara yang diprakarsai oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara ini bertujuan utama untuk Harmonisasi Standar Data dengan konsep Forum Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satu Data Penanaman Modal di Hotel Luminor, Tanjung Selor, Senin (24/11/2025).
“Menyamakan persepsi, metode pengumpulan, pengolahan, dan pelaporan data realisasi investasi antara Pemprov Kaltara dan seluruh Kabupaten Kota, sejalan dengan standar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI,” ungkap Koordinator Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kaltara, Dedy Setiawansyah, Selasa (25/11/2025).
Dalam forum tersebut juga memperkuat koordinasi antara seluruh stakeholder data, termasuk Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Biro Ekonomi, serta pihak swasta seperti perbankan.
“Data investasi yang akurat dan kredibel adalah cerminan sesungguhnya dari keberhasilan pemerintah daerah,” ucapnya.
Menurutnya data yang valid sangat diperlukan untuk analisis komprehensif dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah.
“Dalam upaya mewujudkan satu data tersebut, DPMPTSP Kaltara telah mengembangkan inovasi teknis bernama SipLa PM (Sistem Pelaporan Realisasi Investasi Penanaman Modal),” ujarnya.
SipLa PM merupakan instrumen teknis yang dirancang untuk memastikan data investasi yang dihasilkan oleh setiap DPMPTSP kabupaten kota agar terintegrasi dengan mulus ke dalam basis data provinsi.
“Bimtek yang turut dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis para administrator dalam menginput, memvalidasi, dan mengolah data realisasi investasi melalui SiPLa PM,” imbuhnya.
Harapannya, tidak ada lagi perbedaan data antara yang dilaporkan di tingkat kabupaten kota dengan yang di tingkat provinsi.
“Keberhasilan pembangunan ekonomi Kalimantan Utara sangat bergantung pada seberapa efektif kita mengelola investasi, dan pengelolaan investasi yang efektif harus didasari oleh data yang benar dan valid,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







