benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan rampchek angkutan speedboat reguler yang akan dilaksanakan di tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Pelabuhan Tengkayu Tarakan, dan Pelabuhan Liam Hie Djung Nunukan.
Kegiatan rampchek ini menyasar sekitar 95 armada speedboat reguler yang melayani rute antar kabupaten/kota di wilayah Kaltara. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh armada memenuhi standar kelayakan operasional, baik dari sisi teknis maupun keselamatan pelayaran.
Plh. Kabid Pelayaran Dishub Kaltara, Massahara, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi dari pemerintah pusat melalui sinergi Kementerian Perhubungan, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), yang berkolaborasi dalam pelaksanaan inspeksi lapangan.
“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang menjadi poin utama yang tidak bisa ditawar. Ini harus diprioritaskan dalam operasional angkutan speedboat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan. Para penumpang diminta menggunakan life jacket, menaati aturan di pelabuhan, serta ikut menjaga ketertiban dan kondusivitas lingkungan.
Untuk jadwal pelaksanaan ramchek, khusus wilayah Tanjung Selor akan dilakukan pada tanggal 26–27, sementara Tarakan dan Nunukan akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27–28. Adapun Malinau dan Tana Tidung sebelumnya telah dilakukan ramchek, meskipun masih terdapat keterbatasan.
“Kita sudah melaksanakan rampcheck di Malinau dan Tana Tidung sebelumnya, namun memang masih terbatas. Oleh karena itu, kali ini kami lebih fokus ke Tarakan karena armada yang diperiksa di sana juga mengakomodir rute ke Malinau, Tana Tidung, dan Bunyu,” jelasnya.
Untuk rute pelayaran, speedboat dari Nunukan melayani dua jalur utama, yakni Nunukan–Tarakan dan Nunukan–Tanjung Selor. Sementara dari Tanjung Selor terdapat sekitar 23 armada speedboat reguler yang melayani rute Tanjung Selor–Tarakan.
Dengan adanya rampchek ini, diharapkan transportasi laut di Kalimantan Utara semakin aman, tertib, dan nyaman, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat di jalur perairan. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







