benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen kuat untuk mengatasi masalah ketidakseragaman data investasi di tingkat kabupaten kota.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kaltara, Junaid mengatakan upaya ini bertujuan untuk menyajikan data yang akurat dan terintegrasi, yang sangat krusial dalam merealisasikan investasi di provinsi tersebut.
“Menuju Satu Data Kaltara isu utama yang menjadi fokus adalah seringnya terjadi perbedaan antara data yang disajikan oleh provinsi dengan data real di lapangan, serta ketidakselarasan antardata yang dimiliki oleh berbagai kabupaten kota,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).
“Harapan kita ke depan, di mana Provinsi Kalimantan Utara itu selama ini memang kadang-kadang data yang kita sajikan itu memang belum tepat berdasarkan dengan undang-undang bahwa harus satu data,” sambungnya.
Tujuan utama dari satu data adalah untuk keakuratan dan memastikan dokumen yang di-upload dalam kegiatan pengolahan informasi melalui satu sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
“Hal ini juga menghilangkan kesimpangsiuran data antarkabupaten seperti Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan,” ucapnya.
Menurutnya, dukungan investasi akan menciptakan data yang terpercaya dan terpadu untuk mendukung keputusan investasi. “Terutama dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), sehingga realisasi investasi dapat terukur secara akurat,” ujarnya.
Hal tersebut, kata dia, demi mempercepat realisasi investasi Pemerintah Provinsi dengan keseragaman data sebagai kunci untuk mempercepat dan mempermudah proses realisasi investasi.
“Sehingga di dalam merealisasikan investasi di Provinsi Kalimantan Utara tidak ada lagi kabupaten yang tidak memahami tentang data-data yang perlu di-upload dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada para investor.
“Dengan satu sumber data yang valid dan tunggal, proses birokrasi dan pengambilan keputusan terkait investasi diharapkan menjadi lebih efisien,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







