Perkuat Gerakan P4GN, BNN Tarakan Bentuk Relawan Anti Narkotika

benuanta.co.id, TARAKAN — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan bersama Pemerintah Kota Tarakan dan AYS Indonesia melaksanakan pembentukan Relawan Anti Narkotika dengan melibatkan 75 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, media, serta penyalahguna narkotika yang telah pulih.

Pembentukan ini menjadi langkah strategis memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN) melalui pemberdayaan komunitas.

Kepala BNN Kota Tarakan, Evon Meternik, S.E., mengungkapkan seluruh peserta dirangkul sebagai komunitas relawan yang diharapkan menjadi penggerak utama dalam perlindungan lingkungan masing-masing dari ancaman narkotika.

Relawan dirancang sebagai kelompok yang terstruktur dan mampu menghidupkan kegiatan pencegahan di masyarakat. “Pesertanya ada 75 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, kaum disabilitas, media, serta penyalahguna narkoba yang telah pulih,” ungkapnya, Sabtu (22/11/2025).

Para relawan diarahkan menjadi role model dan agen perubahan di lingkungannya, termasuk sebagai penggerak masyarakat dalam mengawasi wilayah-wilayah yang rentan narkotika. Setiap peserta dihimpun untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan sosial berbasis komunitas.

“Semua kami rangkul dan kami jadikan relawan anti narkotika sebagai bentuk komunitas untuk pelaksanaan program pencegahan penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Evon menambahkan, para relawan akan diformalkan dengan pembentukan komunitas resmi yang akan memiliki struktur organisasi lengkap terdiri dari ketua dan sejumlah divisi. Struktur ini nantinya diarahkan untuk memastikan setiap divisi memiliki fokus dan tanggung jawab jelas dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

“Relawan ini nanti kita bentuk komunitas yang akan kita keluarkan SK dan terdiri dari ketua serta divisi-divisi,” imbuhnya.

Divisi-divisi dalam kepengurusan akan menjalankan program kerja khususnya pada wilayah rawan narkotika, mulai dari kegiatan kebersihan lingkungan, sosialisasi bahaya narkoba, hingga pelatihan life skill untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Upaya ini ditujukan untuk mencegah warga terjerumus dalam penyalahgunaan atau peredaran narkoba.

“Di wilayah rawan mereka bisa melakukan kebersihan, sosialisasi, dan life skill agar masyarakat lebih produktif dan tidak menjadi penyalahguna narkotika,” paparnya.

Selain itu, Evon berharap relawan dapat membangun kerja sama luas dengan pihak swasta dan unsur pemerintah dalam melaksanakan program-program sosial yang bersifat produktif. Kolaborasi diharapkan memperkuat keberlanjutan kegiatan serta memperbesar dampak positifnya.

“Kami harapkan relawan bekerja sama dengan pihak swasta hingga pemerintah agar masyarakat bisa lebih produktif,” harapnya.

Sebelum pembentukan komunitas, peserta telah menerima pembekalan intensif sebagai dasar pengetahuan mengenai tugas dan peran mereka. Evon menyampaikan pembekalan tersebut mencakup berbagai materi penting sebagai persiapan relawan terjun ke masyarakat.

Adapun materi meliputi Peran Pemerintah Kota dalam Mendukung P4GN, Peran Lembaga Legislatif dalam Mendukung P4GN, Fungsi dan Peran Relawan Antinarkoba serta Pencegahan di Lingkungan Pendidikan, Aspek Hukum P4GN, Adiksi Narkoba: Faktor, Dampak, Rehabilitasi, serta Komunikasi Efektif. Seluruh materi tersebut dianggap sebagai fondasi utama untuk mempersiapkan relawan dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Baca Juga :  Kemenag Tarakan Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H, Ini Besarannya

“Pembekalan ini menjadi dasar pemahaman bagi relawan agar siap menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.

Evon menyampaikan pembentukan relawan kali ini dapat terlaksana lebih luas dibanding sebelumnya berkat dukungan hibah dari Pemerintah Kota Tarakan dan komitmen AYS Indonesia yang selama ini konsisten mendorong pemuda untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Kalau pembentukan relawan kalau dari BNN sendiri sudah sering. Namun kali ini terlaksana karena ada bantuan hibah pemerintah kota dan komitmen AYS yang membentuk pemuda untuk kemajuan Tarakan hingga Kalimantan Utara,” terangnya.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengucapan ikrar deklarasi Relawan Anti Narkotika sebagai bentuk komitmen penuh para peserta dalam mendukung P4GN di Kota Tarakan.

“Deklarasi ini menandai kesiapan mereka menjadi relawan yang benar-benar berperan,” tukasnya.

Sementara itu, Founder AYS Indonesia, Muhammad Abrar Putra Siregar, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan BNN dalam pembentukan relawan. Ia menjelaskan AYS Indonesia merupakan platform kepemudaan yang berupaya menciptakan energi positif melalui wadah pengembangan diri dan komunitas.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

“Saya mengapresiasi dengan adanya forum ini dan dukungan dari pemerintah, khususnya BNN Kota Tarakan,” ujarnya.

Abrar menjelaskan program AYS muncul dari keprihatinan melihat kondisi kasus narkotika di Tarakan yang cukup memprihatinkan. Ia menyebut AYS Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan upaya-upaya pencegahan melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas pemuda.

“Kami mengupayakan semaksimal mungkin upaya yang bisa kami lakukan agar bisa berdampak pada pencegahan narkotika,” katanya.

Abrar membeberkan, hari ini para relawan telah menjalankan tahap pertama program peningkatan kapasitas (upskill). Kemudian pada Desember akan dilanjutkan tahap kedua.

Ia juga membawa pengalaman dari kunjungannya ke BNN Pusat, di mana ia melihat beberapa komponen yang dapat direplikasi untuk mendukung efektivitas pengelolaan relawan di daerah. “Ada komponen dari BNN Pusat yang bisa kita replikasi agar program berjalan efektif,” bebernya.

Ke depan, relawan akan dibina melalui pola picture to picture maupun kelompok kecil agar tercipta keterikatan, loyalitas, dan efektivitas kerja dalam menjalankan program. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan relawan bergerak sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan bersama.

“Kelompok per kelompok ini membuat mereka lebih loyal dan bisa menjalankan program sesuai visi dan misi kita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *