benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Nunukan dan Malinau. Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara memastikan dua daerah tersebut akan menerima bantuan benih kakao dan kelapa dari pemerintah pusat.
Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kaltara, Pudji Aswan, menjelaskan bantuan ini merupakan program pengembangan komoditas perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani (Gapoktan) yang telah memenuhi syarat.
“Bantuan pengembangan kakao di Kabupaten Malinau mencakup 150 hektare, dan 50 hektare di Kabupaten Nunukan. Sementara untuk kelapa dalam, pengembangannya dilakukan di Nunukan seluas 50 hektare,” jelas Pudji, Kamis (20/11).
Saat ini lanjutnya, program tersebut tengah memasuki tahap penyusunan SKCPCL (Surat Keputusan Calon Petani dan Calon Lahan) di masing-masing kabupaten. DPKP Kaltara, selaku tim verifikasi daerah, telah melakukan pengecekan kelengkapan administrasi sebelum dikirimkan ke pusat.
“Kalau semua berkas sudah lengkap dan diverifikasi, kami harap Desember ini penyaluran bisa mulai dilaksanakan,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan berupa benih unggul bersertifikat, baik dalam bentuk siap tanam, kecambah, maupun entres (batangan). Di Malinau, terdapat 44 kelompok tani penerima, termasuk Poktan Cak Tawai, Poktan Muda Jaya, dan Poktan Milenial.
Sementara di Nunukan, penerima bantuan antara lain Gapoktan Sinar Harapan dan Gapoktan Mas Puljaya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, kelompok tani diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki peta poligon lahan, surat pernyataan penggunaan benih untuk penanaman, serta terdaftar dalam sistem Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian).
“Kami pastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan,” tegas Pudji.
Ia menambahkan, terpilihnya Malinau dan Nunukan sebagai lokasi pengembangan kakao merupakan hasil pertimbangan tingkat produksi dan produktivitas komoditas tersebut yang dinilai lebih potensial dibandingkan wilayah lain di Kaltara.
“Kami berharap program ini mampu meningkatkan hasil perkebunan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di dua kabupaten tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







