benuanta.co.id, TARAKAN – Aksi pencurian kotak infak di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Anyar, kembali meresahkan. Seorang pria diduga menyamar sebagai jamaah untuk melancarkan aksinya, yang disebut-sebut sudah berlangsung sejak Agustus lalu. Pengurus masjid mengaku gerak-gerik pelaku lama diikuti tapi belum bisa ditegur karena kurang bukti.
Ketua Ta’mir Masjid Miftahul Jannah, H Sarmin, mengatakan awalnya ia curiga karena pelaku terlihat selalu membuka jok motor sebelum masuk masjid. Dari sana, ia mengambil dua batang lidi yang kembali disimpannya setelah keluar. Ia menduga alat itu digunakan untuk mengait uang dari kotak infak.
“Tiba-tiba salah, ngambilin uang. Kotak infak ternyata,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Ia menyebut pelaku kerap datang mengenakan sarung, baju koko, dan kopiah. Oleh karena itu, dirinya mengira pelaku hanya datang untuk menunaikan salat. Saat pertama kali dicurigai, dirinya sengaja membuntuti pelaku untuk memastikan. Namun ia belum berani menegur karena belum ada bukti kuat.
Aksi pelaku disebut telah terjadi berkali-kali. Sarmin bahkan memotret motor pelaku sejak Agustus karena intensitas kedatangannya mencurigakan. Dalam insiden terbaru, pelaku terekam memasuki masjid pada siang hari sekitar pukul 14.26 WITA.
Dalam satu bulan terakhir, CCTV masjid mulai kembali berfungsi setelah sebelumnya sempat bermasalah. Rekaman menunjukkan pelaku langsung menuju kotak infak tanpa merusak kunci, sebab kunci pintu memang diletakkan di dekat pintu masuk.
“Dia bawa senter, kayak LED. Ada yang berkait kawat, ada perekatnya,” tambahnya.
Sarmin memperkirakan kerugian dari sejumlah aksi pencurian itu mencapai lebih dari Rp1 juta. Kotak infak biasanya dibuka setiap hari Jumat, dan sebagian besar isinya berasal dari infak jamaah, terutama ibu-ibu yang rutin beribadah pagi.
Meski bukti dari CCTV dinilai cukup kuat, pihak masjid mengaku belum melapor ke polisi. Mereka masih mempertimbangkan langkah yang tepat, mengingat pelaku kini beraksi tidak hanya malam tetapi juga siang hari.
“Kalau saya sendiri sudah tiga kali memergoki. Kita masih bingung mau laporkan yang mana,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







