DLH Nunukan Dorong 30 Persen Pengelolaan Limbah Sampah lewat TPS 3R

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, terus mendorong pengelolaan limbah sampah untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, Muhammad Irfan Akmad mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan peran bank sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R)  yang tersebar di berbagai wilayah yang ada di Pulau Nunukan.

“Ini adalah langkah dari pengurangan sampah di sumber, jadi sampah yang bisa dikelola silahkan dikelola melalui bank sampah untuk sampah yang tidak bisa dikelola, baru masuk ke TPA sebagai residu,” kata Irfan.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Gereja Baru di Lumbis Hulu, Simbol Toleransi Umat Beragama 

Irfan menerangkan, pihaknya sudah terus berupaya agar setidaknya 30 persen sampah bisa dikelola langsung di sumber. Baik melalui bank sampah, TPS3R, maupun komposter rumah tangga. Sementara sisanya 70 persen dibuang ke TPA.

“Secara presentase, pengelolaan sampah kita ada di angka 30 persen diolah, sisanya 70 persen masuk TPA. Bahkan kalau kita bisa mengelola 50 persen limbah di bank sampah ini maka daya tampung sampah kita di TPA bisa digunakan untuk 7 atau 10 tahun ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Turnamen Voli Kavaleri Cup 2026 Sukses Digelar

Ia mengatakan, saat ini setidaknya ada 11 bank sampah yang aktif melakukan pengelolaan dengan melakukan daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai guna seperti pelampung, paving block (paping blok), dan komposter dari sampah organik.

Inovasi ini telah diterapkan oleh sejumlah bank sampah di Nunukan, termasuk Bank Sampah Unit Karya Bersama, Bank Sampah Borneo Bersinar, Bank Sampah Unit Nunukan Clean, dan Bank Sampah Lanuka di Lapas Nunukan.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Temui 15 Warung Tidak Punya NIB

“Yang lagi berkembang itu pembuatan paping blok, hampir semua jenis sampah plastik bisa diolah menjadi bahan dasar pembuatan paping. Bank sampah di Lapas Nunukan juga sudah mulai memproduksi paping blok dari sampah plastik, bahkan mereka juga kelola komposter,” tuturnya

Sehingga Irfan berharap masyarakat bisa melakukan pengelolaan sampah dari rumah dengan cara memilah sampah. Sehingga dapat mengurangi limbah sampah yang akan dibawa ke TPA. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *