Wagub Kaltara Apresiasi Festival Budaya: Tegaskan Pentingnya Merawat Warisan dan Toleransi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menyampaikan apresiasi kepada seluruh paguyuban, etnis, dan suku yang terlibat dalam rangkaian festival budaya memperingati Hari Jadi Provinsi Kaltara. Ia menilai kegiatan ini sebagai momen penting untuk merawat budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir seluruh paguyuban dan etnis telah menunjukkan beragam kesenian masing-masing. Menurutnya, seluruh penampilan itu mencerminkan semangat pelestarian budaya yang patut diapresiasi.

“Semua paguyuban, etnis, dan suku telah menampilkan dan melestarikan budaya mereka melalui festival ini. Momen ini diberikan bagi kita semua untuk merawat dan membina kebudayaan masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  409 PPPK Paruh Waktu di Kaltara Bakal Terima SK di Akhir 2025

Ingkong menjelaskan, kehadirannya kali ini dimungkinkan karena kegiatan digelar pada hari libur. Ia mengaku ingin melihat langsung penampilan masyarakat, termasuk kelompok seni dari berbagai desa yang datang mewakili suku mereka masing-masing. Meski tidak semua dapat tampil, ia menilai kualitas penampilan sudah cukup baik dan layak terus dikembangkan.

Ia mengatakan kreativitas dapat terus ditingkatkan, namun tetap harus menjaga etika dan nilai budaya asli. “Kita harapkan kreativitas peserta semakin berkembang tanpa mengurangi nilai budaya itu sendiri. Melalui budaya ini kita menunjukkan bahwa semua suku di Kaltara adalah masyarakat yang beretika dan bermoral,” katanya.

Baca Juga :  Kolaborasi Strategis Pemprov Kaltara dan TNI AU Jangkau Penerbangan ke Wilayah 3T

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mewakili paguyuban masing-masing, serta kepada Dinas Pariwisata dan panitia penyelenggara yang telah melaksanakan rangkaian kegiatan hingga hari terakhir festival. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku di Kaltara merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.

Menurutnya, Kaltara merupakan provinsi yang lengkap karena hampir seluruh suku di Indonesia ada di wilayah ini. Keberagaman tersebut selama ini mampu berjalan berdampingan dan menjadi faktor penting terciptanya kondisi daerah yang aman dan kondusif.

Ia menegaskan, festival budaya merupakan agenda tahunan, namun pelaksanaannya dapat menyesuaikan kondisi anggaran. Mengingat situasi keuangan nasional dan daerah yang tengah menantang, pemerintah mempertimbangkan opsi agar gelaran besar dapat dilakukan dua hingga tiga tahun sekali.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dukung Penuh Pemutakhiran Data Pemilih

“Setiap tahun Hari Jadi Kaltara tetap diperingati. Hanya acaranya yang mungkin berbeda. Untuk kegiatan besar bisa saja dua tahun sekali atau tiga tahun sekali, disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Festival yang ditutup menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan budaya tahun ini. Ingkong berharap semangat kolaborasi dan toleransi masyarakat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *