UBT Dorong Mahasiswa Jadi Job Creator untuk Tekan Pengangguran

benuanta.co.id, TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) berkomitmen mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah. Pesan ini mengemuka dalam gelaran Borneo Edu Fest #3 yang bertepatan dengan Dies Natalis UBT ke-15.

Rektor UBT, Prof. Yahya Ahmad Zein, menyatakan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi mampu menampung seluruh lulusan perguruan tinggi. Karena itu, kampus perlu mengarahkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Menurut dirinya, perubahan pola pikir itu menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran. Karya-karya yang dipamerkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi baru.

Baca Juga :  Belum Ada Kepastian UMK 2026, Disnaker Tarakan Fokus Siapkan Data Pendukung

Ragam inovasi ditampilkan, mulai dari teknologi rumah pintar, pengembangan rumput laut, riset pertanian, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat.

“Ini bagian dari kesiapan kami. Ke depan, mahasiswa harus punya karakter entrepreneurship supaya mereka bisa membuka lapangan kerja baru,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Dirinya menambahkan, UBT ingin menyinergikan inovasi mahasiswa dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berhenti pada skala proyek kampus, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang berdampak bagi masyarakat. Ia menyebut hal ini penting mengingat lapangan kerja formal tidak bertambah secepat pertumbuhan lulusan.

Baca Juga :  UPTD Pelabuhan Tengkayu I Pastikan Seluruh Speedboat Reguler Lolos Pemeriksaan Jelang Nataru

Melalui momentum 15 tahun UBT, Prof. Yahya berharap kampus mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada penciptaan peluang baru. “Mahasiswa harus siap dengan perkembangan yang cepat. Bukan hanya mencari kerja, tetapi menciptakan pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, menilai langkah UBT ini sangat relevan dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini. Menurut dirinya, tidak semua lulusan bisa terserap sebagai aparatur sipil negara atau bekerja di perusahaan, sehingga kemampuan berwirausaha perlu diperkuat sejak di bangku kuliah.

Baca Juga :  GTM dan Pelabuhan Tengkayu 1 Mulai Terapkan QRIS Tap, Dorong Akselerasi Pembayaran Digital

Ia menyebut perubahan paradigma pendidikan tinggi yang lebih menekankan pada praktik, karya, dan inovasi merupakan langkah yang tepat. Dirinya juga mengapresiasi keberagaman mahasiswa UBT yang datang dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, sehingga potensi pengembangan SDM di kampus tersebut dinilai cukup besar.

Dengan kolaborasi kampus, pemerintah, dan dunia industri, UBT diharapkan mampu memperkuat perannya dalam menekan angka pengangguran melalui pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *