Pemkab Nunukan Minta Tambahan Pesawat ATR 72 untuk Masyarakat Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) melakukan kunjungan kerja ke Bandar Udara Nunukan dalam rangka koordinasi bersama instansi vertikal.

Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang kali ini menemui Kepala Bandara Nunukan, Faisal untuk koordinasi guna mendorong percepatan terwujudnya akses moda transportasi udara. Dengan fasilitas bandara yang saat ini sangat memungkin untuk didarati armada jenis ATR 72.

“Menjawab tantangan Bapak Bupati agar bandara Nunukan ini dapat dimaksimalkan. Dan hasil koordinasi dengan Kepala Bandara. Dalam waktu tidak lama, pesawat berbadan besar akan melayani rute Nunukan,” ucap Robby Nahak Serang pada Sabtu (15/11/25).

Menurutnya, letak geografis Nunukan yang didominasi daratan dan laut mengharuskan adanya akses pesawat untuk mempermudah aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Tambah Satu Titik Pos Damkar di Sei Fatimah

Kemudian kehadiran penerbangan komersil dapat meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung aspek pertahanan negara di wilayah perbatasan.

Ia menegaskan secara teknis, seluruh komponen pendukung sudah memenuhi syarat. Saat ini pemerintah daerah tinggal mencari maskapai yang siap beroperasi di Nunukan. Seperti Wings Air, Citilink, Flyjaya.

“Pemkab Nunukan terus mendorong percepatan terwujudnya akses moda transportasi udara. Targetnya, penerbangan komersial dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Nunukan, Faisal menyambut baik rencana Pemkab Nunukan melalui BPPD Nunukan.

Baginya, dengan koordinasi yang masif dan kolaborasi yang terjalin dapat terus dilakukan antara OPD lingkungan Pemkab Nunukan bersama instansi vertikal khususnya Bandara Udara dapat terus terjaga.

Baca Juga :  Percepat Pelayanan Puskesmas Sembakung, DPRD Nunukan Said Hasan Serahkan Ambulans Air

“Sesuai dengan selogan Bapak Bupati Nunukan, energi baru, semoga selogan itu menjadi spirit kita secara kolektif dapat menciptakan Kabupaten Nunukan yang jauh lebih baik kedepan,” harapnya.

Lanjutnya, komunikasi dan koordinasi sangat penting untuk meningkatkan eksistensi Bandar Udara Nunukan. Dimana notabene bandar udara merupakan pintu gerbang bagi banyak segmen. Mulai dari investor dan konektivitas wilayah.

Ia mencontohkan, wilayah dataran tinggi Krayan memiliki lima kecamatan. Di Krayan satu-satunya transportasi yang digunakan masyarakat dengan transportasi udara.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Irwan Sabri Sidak Pasar dan Distributor

Dan sepanjang belum tersedia akses darat, pemerintah harus menyediakan subsidi transportasi udara. Agar aksesibilitas, mobilitas hingga konektivitas untuk masyarakat terpenuhi.

“Dilain sisi moda transportasi juga merupakan hal penting sebagai urat nadi perekonomian. Jangan salah, harus juga diketahui bahwa sarana transportasi sangat ditunjang oleh energi dalam hal ini BBM. Sepanjang BBM ini dapat dipenuhi kebutuhan dasar tranportasi juga dapat terpenuhi,” ujar Faisal.

“Dengan adanya Pertamina besar Maka semua roda perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Nunukan daerah strategis berbatasan langsung dengan Malaysia, harus dijaga dengan baik dengan moda transportasi yang baik,” tutupnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *