8.121 Warga Nunukan Akan Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Periode Oktober-November

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang bekerjasama dengan Bulog Cabang Tarakan salurkan bantuan pangan periode Oktober – November di Kabupaten Nunukan. Tahun kedua pelaksanaan pada 2025, jumlah penerima tercatat sebanyak 8.121 warga yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Wiwin Indrayanti, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan program rutin yang sangat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

“Dengan bantuan beras dari pemerintah ini kita patut bersyukur, karena ini memang bahan utama masyarakat,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025).

Wiwin mengatakan dalam 12 bulan terakhir warga menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Namun pada periode Oktober–November tahun ini, ada tambahan jenis bantuan.

“Untuk pemberian bantuan dua bulan ini bukan hanya beras tapi ada bantuan tambahan yang lain, yaitu minyak goreng,” katanya.

Baca Juga :  Kuota Haji Nunukan Tahun Ini Meningkat 100 Persen

Menurut Wiwin, Bappenas bekerja sama dengan Bulog sebagai penyelenggara, sementara Bulog bekerja sama dengan PT Pos untuk pendistribusiannya.

“Nanti teman kelurahan akan mendampingi PT Pos dilapangan dalam mendistribusikan bantuan ini, Kami di Dinas Pertanian berfungsi memastikan mutu dan keamanan pangan, khususnya kualitas beras sebelum disalurkan,” jelasnya.

Terkait pengawasan, Dinas Pertanian turut menurunkan petugas ke titik penyaluran. Namun ada kendala di lapangan, terutama pada minggu kedua penyaluran.

“Terkadang warga di minggu pertama masih ada yang tidak sempat mengambil, biasanya di minggu kedua mereka datang. Kalau sudah masuk minggu kedua, petugas kadang tidak lagi di lapangan sehingga terjadi miss atau warga harus menunggu lebih lama. Tapi secara keseluruhan, Alhamdulillah tidak ada masalah dan bantuan tersalurkan semua,” kata Wiwin.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Gereja Baru di Lumbis Hulu, Simbol Toleransi Umat Beragama 

Dalam rapat koordinasi bersama Bulog, Wiwin menyoroti persoalan data penerima yang kerap dipertanyakan karena tidak sesuai kondisi di lapangan.

“Dari kelurahan ada yang menyampaikan bahwa sebagian penerima sebenarnya sudah mampu. Tadi juga ditanyakan, data itu dari mana datangnya, sementara sekarang semua data itu satu pintu dari Dinas Sosial,” ujarnya.

Ia berharap kelurahan dapat memberikan rekomendasi jika menemukan penerima yang dinilai tidak layak.

“Supaya bisa disampaikan ke Bulog. Nanti Bulog bisa berkoordinasi dengan Bappenas, karena jalurnya langsung ke sana. Kami dari Dinas Pertanian akan coba berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait data yang muncul. Mudah-mudahan bisa ada pertemuan untuk membahas ini,” ucapnya.

Wiwin menuturkan bahwa penyaluran diperkirakan mulai dilakukan minggu depan setelah rapat pemantapan, PT Pos akan menyampaikan titik-titik penyaluran di masing-masing kelurahan.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Pangan, Polres Nunukan Sidak Toko dan Agen Sembako

“Kecamatan Sembakung yang paling banyak penerimanya, yaitu 715 orang untuk 10 desa,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya penerima yang sebenarnya sudah mampu, Wiwin menyerahkan penilaian itu kepada kelurahan.

“Kami hanya menerima data. Teman-teman kelurahan yang lebih tahu karena mereka bertemu langsung dengan penerima,” jelasnya.

Sementara itu, kualitas beras yang disalurkan sejauh ini dinilai baik dan belum ada keluhan dari masyarakat.

“Mutu beras layak. Kalau pun nantinya ada keluhan, tentu akan dikoordinasikan kembali dengan Bulog. Tetapi sampai sekarang belum pernah ada pengembalian,” ujar Wiwin.

Ia berharap penyaluran periode Oktober – November ini dapat berjalan lancar seperti sebelumnya.Yang penting masyarakat terbantu dan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai prosedur. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *