CT Scan Abdomen 3 Phase di RSUD dr. H Jusuf SK, Deteksi Akurat Penyebaran Sel Tumor ke Hati

benuanta.co.id, TARAKAN – RSUD dr. H Jusuf SK terus berinovasi dalam pelayanan radiologi dengan menghadirkan teknologi CT Scan Abdomen 3 Phase, sebuah pemeriksaan pencitraan medis yang berfungsi mendeteksi kelainan organ dalam Abdomen (perut), terutama penyebaran sel tumor ke hepar (hati).

Pemeriksaan ini menjadi salah satu teknik yang akurat dalam menilai kondisi abdonen secara menyeluruh karena dilakukan melalui tiga tahap dalam proses pemindaian yang memanfaatkan bahan kontras dan teknologi CT Scan modern.

Kepala Ruang Radiologi RSUD dr. H Jusuf SK, Muhlis, S.Tr.Kes, menjelaskan CT Scan Abdomen 3 Phase merupakan teknik pemeriksaan yang memungkinkan dokter menilai struktur dan fungsi organ dalam rongga perut secara lebih detail.

“CT Scan Abdomen 3 Phase ini disebut tiga fase karena dilakukan dalam tiga tahap pemindaian setelah penyuntikan bahan kontras dengan mesin injektor, yaitu fase arteri, fase vena, dan fase delay,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).

Lebih lanjut, Muhlis memaparkan bahwa fase arteri merupakan tahap pertama setelah injeksi bahan kontras di mana alat CT Scan melakukan pengambilan gambar pada saat bahan kontras masuk ke dalam arteri. Pada tahap ini, sistem mendeteksi kemunculan bahan kontras pada titik yang sudah ditentukan di aliran pembuluh darah dengan tingkat kecerahan tertentu (enhancement) yang sudah diatur sebelumnya.

Aliran kontras ini mengikuti aliran darah arteri yaitu dari jantung ke organ yang ada dalam rongga perut, seperti liver, limpa, pankreas, dan ginjal.

“Fase arteri tujuannya untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri yang menuju dari organ hati. Di sini bisa terlihat apakah ada kelainan aliran darah arteri, adanya vaskularisasi pada bagian tertentu dalam hepar, atau adanya tanda-tanda gangguan sirkulasi darah pada organ lain selain hepar” ungkapnya.

Selanjutnya adalah fase vena, yaitu tahap ketika bahan kontras mengikuti aliran darah yang sudah kembali dari organ-organ di dalam perut (abdomen) menuju jantung dan sebagian diserap oleh jaringan. Pada fase ini, sistem CT Scan mengambil gambar pembuluh darah vena porta dan jaringan hati, sehingga dokter dapat menilai adanya kelainan pada organ hati.

“Jika pada fase arteri untuk memvisualisasikan gambaran alitan darah dari jantung menuju hepar, nah, pada fase vena ini menggambarkan aliran vena porta menuju organ lain yaitu usus, lambung, pankreas dan limfe lalu kembali ke jantung. Dari sini, dokter bisa melihat apakah ada penyebaran sel tumor ke hepar atau organ lain seperti pankreas, limfa, usus maupun ginjal,” terangnya.

Sementara itu, fase delay dilakukan beberapa detik setelah fase vena. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh setelah bahan kontras menyebar merata ke seluruh jaringan.

“Fase delay ini dilakukan agar kita bisa melihat kondisi akhir dari hati dan organ sekitarnya setelah kontras meresap sempurna. Dari sini bisa diketahui apakah ada lesi, massa, atau area yang menyerap kontras secara abnormal,” tambahnya.

Pemeriksaan CT Scan Abdomen 3 Phase ini juga menggunakan bahan kontras dan larutan NaCl (cairan elektrolit). Muhlis menjelaskan, bahan kontras berfungsi mempertegas perbedaan gambaran antara jaringan normal dan tidak normal, sedangkan NaCl digunakan sebagai pelarut sekaligus pendorong agar bahan kontras agar dapat mengalir sempurna melalui pembuluh darah.

“Bahan kontras inilah yang membuat struktur organ terlihat jelas di layar monitor. Dengan bantuan NaCl, aliran bahan kontras dapat terdorong dan dapat mengurangi efek samping dari bahan kontras tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Muhlis menjelaskan pemeriksaan ini biasanya ditujukan bagi pasien dengan dugaan penyebaran sel tumor atau kanker ke organ hati. Hal ini karena organ hati merupakan organ yang sering menjadi tempat metastasis atau penyebaran sel kanker.

“Banyak kasus tumor atau kanker di organ lain akhirnya menyebar ke hati. Karena itu, pemeriksaan ini menjadi sangat penting untuk memastikan sejauh mana penyebaran itu terjadi,” terangnya.

Meski terdiri dari tiga tahapan, waktu pelaksanaannya tergolong cepat. Muhlis menyebutkan bahwa seluruh proses pemeriksaan hanya membutuhkan sekitar tiga hingga lima menit untuk menyelesaikan ketiga fase ini. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat CT Scan dengan aplikasi ISP, yaitu perangkat lunak khusus yang digunakan untuk memproses dan mengelola gambar beresolusi tinggi.

“Aplikasi ISP ini membantu kami menghasilkan gambar potongan yang sangat detail, sekitar 567 potongan gambar per fase, sehingga dokter bisa melihat struktur organ dengan jelas dari berbagai sudut,” paparnya.

Selain hasil yang akurat dan cepat, teknologi ini juga memiliki sejumlah keunggulan lain. CT Scan Abdomen 3 Phase mampu memperlihatkan perubahan kecil pada jaringan, mendeteksi adanya pembuluh darah abnormal, hingga membedakan antara tumor jinak dan ganas.

“Dengan ketajaman gambar yang dihasilkan, dokter radiologi bisa memberikan interpretasi yang lebih tepat untuk menentukan arah diagnosis dan terapi pasien,” tukasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Nyoman Gunawan, Sp.Rad, menegaskan seluruh prosedur pemeriksaan ini sudah terstandarisasi sesuai pedoman nasional radiologi diagnostik.

“CT Scan Abdomen 3 Phase di RSUD dr. H Jusuf SK sudah mengikuti standar keselamatan dan kualitas internasional. Efek sampingnya minimal, dan untuk pasien dengan alergi terhadap zat kontras, kami sudah menyiapkan pre-medication atau obat khusus sebelum pemeriksaan dilakukan,” ungkapnya.

dr. Nyoman juga menjelaskan salah satu syarat sebelum menjalani pemeriksaan pasien diminta untuk cek laboratorium untuk mengetahui nilai fungsi ginjal sehingga pasien tidak mengalami alergi terhadap bahan kontras.

“Pasien diminta untuk periksa urem dan kreatinin agar pemeriksaannya lebih aman dan tidak menimbulkan alergi. Semua prosedur sudah dibuat agar aman bagi pasien,” ucapnya.

Dari sisi layanan, RSUD dr. H Jusuf SK juga memastikan pemeriksaan ini terjangkau dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Bagi pasien yang mendapatkan rujukan resmi dari poli di rumah sakit, dan rujukan dari luar biaya pemeriksaan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk pasien umum yang melakukan pemeriksaan mandiri atau check up mandiri tanpa keluhan tarifnya sebesar Rp 3 juta.

“Untuk pasien rujukan, semuanya gratis karena ditanggung BPJS. Tapi untuk pemeriksaan mandiri, biayanya sekitar tiga juta rupiah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan ini sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit serius seperti tumor dan kanker terutama pada organ hati.

“Kami ingin masyarakat tahu pemeriksaan ini aman, cepat, dan penting untuk mengetahui kondisi organ dalam perut, terutama hati. Jangan tunggu sampai muncul gejala berat, karena semakin cepat diketahui, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan,” pungkasnya.

Dengan tersedianya layanan CT Scan Abdomen 3 Phase ini, RSUD dr. H Jusuf SK terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat Tarakan khususnya dan masyarakat Kalimantan Utara pada umumnya.

Melalui teknologi yang modern, tenaga medis terlatih, dan prosedur yang terstandarisasi, rumah sakit ini menjadi salah satu fasilitas rujukan utama dalam pemeriksaan radiologi tingkat lanjut di Kalimantan Utara. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *