benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam tiga hari ke depan.
Forecaster BMKG Tarakan, M. Hatta Rachim, menjelaskan hujan lebat tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu adanya Siklon Tropis Fung Wong dan konvergensi udara di atmosfer.
Siklon Tropis Fung Wong yang saat ini terpantau di Laut Filipina timur bergerak ke arah barat laut menuju Luzon. Fenomena ini berdampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia bagian utara, termasuk Kaltara, dengan peningkatan pertumbuhan awan hujan serta kecepatan angin sekitar 25 knot.
“Meski posisi siklon sudah menjauh ke arah Tiongkok, pola sirkulasi angin yang ditimbulkannya masih memengaruhi kondisi cuaca di Kalimantan Utara,” ujar Hatta, Rabu (12/11).
Ia menambahkan, aktivitas siklon tersebut memicu pembentukan awan hujan, disertai potensi angin kencang dan petir. “Hujan lebat umumnya terbentuk dari awan cumulonimbus (CB) yang menghasilkan angin kencang, petir, dan curah hujan tinggi,” jelasnya.
Hatta mengungkapkan, cuaca ekstrem lebih sering terjadi pada malam hari. Hal ini disebabkan arah angin di wilayah kepulauan pada malam hari didominasi dari barat, sementara konvergensi udara dari barat ke timur memperkuat pembentukan awan hujan.
“Pada siang hari, wilayah kepulauan mengalami panas tinggi. Energi panas ini kemudian dilepaskan pada sore hingga malam hari, sehingga mendukung terjadinya hujan,” terangnya.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–16 November 2025. Potensi hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Utara.
Menurut Hatta, potensi hujan tinggi juga berkaitan dengan musim penghujan yang biasanya mencapai puncaknya pada November hingga Desember. “Tarakan memiliki pola hujan sepanjang tahun, tetapi terdapat bulan-bulan tertentu dengan intensitas curah hujan lebih tinggi dibanding bulan lainnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







