benuanta.co.id, TARAKAN – Meskipun sempat terdampak pandemi dan efisiensi anggaran pada 2025, sektor UMKM di Kalimantan Utara tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Pemerintah menilai geliat pelaku usaha masih kuat dan turut menopang perekonomian daerah.
Kepala Disperindagkop Kaltara, Hasriyani, mengatakan pembinaan UMKM kini lebih terarah melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BI, dan Dekranasda. Dari produk kuliner hingga kerajinan, sebagian besar pelaku usaha yang tampil dalam Karya Kreatif Benuanta Indonesia (KKBI) merupakan binaan bersama.
“Kolaborasi itu saling mengisi. Program BI yang belum selesai kami lanjutkan, begitu pun sebaliknya. Dukungan ini membuat UMKM bisa tetap tumbuh meskipun kondisi ekonomi tidak selalu stabil,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya kontribusi UMKM terhadap PDRB daerah akan dihitung secara resmi oleh BPS. Namun dari sisi aktivitas perdagangan, peningkatan masih terasa. Pelaku usaha lokal kini banyak yang mampu menyasar pasar nasional dan internasional.
Pemerintah telah melakukan fasilitasi mulai dari pelatihan, manajemen keuangan, business matching, hingga pameran. Bahkan beberapa UMKM baru-baru ini ikut dalam event luar negeri dan mendapatkan permintaan pembelian dari Malaysia.
Menurut Hasriyani, ruang pertumbuhan UMKM masih besar dengan catatan pelaku usaha dapat menjaga kualitas produknya dan beradaptasi dengan pasar. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







