benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pendamping Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII di Jakarta, Andreas, menekankan pentingnya sinergi dan pembinaan atlet sejak usia dini demi peningkatan prestasi olahraga daerah.
Menurutnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara memiliki keterbatasan dalam hal anggaran maupun kewenangan yang berfokus pada pembinaan atlet pelajar berusia di bawah 17–18 tahun. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam melanjutkan pembinaan atlet di tingkat lebih tinggi.
“Harapan kami kepada cabang olahraga, jangan hanya menunggu ada event nasional atau program dari pemerintah baru melakukan pembinaan,” ujar Andreas, Sabtu (8/11/2025).
“Kalau kita ingin berbicara prestasi di tingkat nasional, maka pembinaan harus dilakukan sejak dini,” sambungnya.
Andreas juga berharap, setelah atlet pelajar selesai menjalani pembinaan di bawah Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dapat melanjutkan pembinaan di level senior. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan jalur pembinaan berkelanjutan dari pelajar hingga atlet profesional.
Adapun kontingen terakhir Kaltara yang masih berada di Jakarta berasal dari cabang Tenis Meja, Panjat Tebing, dan Judo. Mereka dijadwalkan kembali ke Kaltara usai mengikuti upacara penutupan Popnas XVII, pada Ahad malam (9/11/2025).
Melalui komitmen bersama antara pemerintah, KONI, dan seluruh cabang olahraga, Dispora Kaltara terus mendorong pembinaan atlet muda sebagai investasi masa depan prestasi olahraga daerah. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







