benuanta.co.id, TARAKAN – Gempa bumi yang terjadi di Kota Tarakan sekira 16.56 WITA pada Sabtu, 8 November 2025 tercatat sebagai gempa kedelapan kalinya sejak guncangan pertama pada Rabu, 5 November 2025.
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan, gempa bumi diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif, tepatnya berjarak 9 km dari arah Tenggara Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Adapun skalanya gempa di Tarakan ini, dirasakan di Tarakan IV-V MMI, Tanjung Selor III-IV MMI, Tana Tidung III-IV MMI, Nunukan III MMI dan Tanjung Redeb II-III MMI.
”Gempa ini tidak berpotensi tsunami, kami himbau kepada masyarakat agar tetap tenang, waspada dan hati-hati,” tegasnya melalui rilis resmi.
Khilmi juga menegaskan, hingga saat ini belum terdapat teknologi di Indonesia yang bisa memprediksi secara rinci kapan terjadinya gempa.
”Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana respons kita ketika gempa terjadi. Saya tegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” singkatnya.
Sementara itu, Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra menambahkan, lokasi yang paling terasa guncangannya yakni wilayah Tarakan.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.31° LU dan 117.67° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 9 km Tenggara TARAKAN-KALTARA pada kedalaman 10 km.
”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar tarakan,” jelasnya.
Ia juga menyebut, gempa bumi ini merupakan gempa susulan sejak gempa utama dengan Magnitudo 4,8 pada Rabu, 8 November 2025 lalu.
”Hasil monitoring BMKG menunjukan adanya 8 kejadian gempa bumi susulan,” pungkasnya. (*)







